Prabowo: Vietnam dan Thailand Hebat Silat, Dulu Kita yang Latih

Prabowo: Vietnam dan Thailand Hebat Silat, Dulu Kita yang Latih

Prabowo Bangga Meski Dikalahkan Vietnam & Thailand di Pencak Silat

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebuah pengakuan mengejutkan sekaligus membanggakan dilontarkan Presiden Prabowo Subianto di tengah hiruk-pikuk pembukaan Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Sabtu (11/4).

Bukan sekadar seremoni, Prabowo justru membuka tabir persaingan sengit pencak silat di Asia Tenggara yang selama ini mungkin luput dari perhatian publik.

Siapa sangka, Vietnam dan Thailand—dua negara yang kini dikenal sebagai kekuatan baru pencak silat—ternyata adalah murid Indonesia. Mereka datang, belajar, lalu pulang mengembangkan ilmu.

Namun, ada plot twist: mereka justru seringkali keluar sebagai pemenang ketika berhadapan dengan sang “guru” di berbagai ajang kompetisi.

“Dulu banyak negara datang ke Indonesia belajar pencak silat, termasuk Vietnam dan Thailand. Mereka tertarik karena kita masih menjaga kemurnian ilmu,” ujar Prabowo di hadapan para pendekar dan pengurus IPSI.

Lantas, apakah Presiden marah? Justru sebaliknya.

Dengan dada lega dan senyum khasnya, Prabowo mengaku berbesar hati. Baginya, kekalahan Indonesia dari Vietnam dan Thailand bukanlah sebuah aib. Ia justru membaca kenyataan pahit itu sebagai bukti otentik bahwa metode pelatihan Indonesia sangat efektif.

“Itu artinya, pengajaran kita berhasil. Kita adalah guru yang baik,” tegas Presiden dengan nada optimistis.

Logika sederhana namun dalam mengalir dari pernyataan Kepala Negara. Jika seorang murid bisa menyaingi bahkan mengalahkan gurunya, maka sang guru tak perlu malu. Itu adalah puncak keberhasilan dalam mendidik.

Kini, di tengah geliat pencak silat yang semakin mendunia, Prabowo menitipkan pesan penting. Indonesia harus terus memegang teguh kemurnian ilmu pencak silat.

Jangan sampai, karena ambisi meraih medali, warisan budaya luhur ini tercerabut dari akar filosofisnya.

“Jaga kemurnian itu. Niscaya, akan semakin banyak negara yang ingin berguru kepada Indonesia,” pesan Prabowo.

Silat adalah Diplomasi

Pernyataan Presiden ini sekaligus mengubah cara pandang publik tentang kekalahan. Di mata Prabowo, dominasi Vietnam dan Thailand sesungguhnya adalah cerminan “diplomasi budaya” yang berhasil.

Indonesia tidak kehilangan apa pun. Sebaliknya, Indonesia telah mengekspor warisan budaya yang kemudian tumbuh subur di negeri orang.

Musyawarah Nasional XVI IPSI kali ini pun menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi baru. Bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi bagaimana pencak silat tetap menjadi masterpiece Indonesia yang tak tergantikan—baik di matras pertandingan maupun dalam sanubari para pendekarnya.

Pesan Prabowo: Jadilah guru yang rendah hati, karena dari kerendahan itulah akan lahir kejayaan sejati. **

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG