Jangan sampai, karena ambisi meraih medali, warisan budaya luhur ini tercerabut dari akar filosofisnya.
“Jaga kemurnian itu. Niscaya, akan semakin banyak negara yang ingin berguru kepada Indonesia,” pesan Prabowo.
Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri
Silat adalah Diplomasi
Pernyataan Presiden ini sekaligus mengubah cara pandang publik tentang kekalahan. Di mata Prabowo, dominasi Vietnam dan Thailand sesungguhnya adalah cerminan “diplomasi budaya” yang berhasil.
Indonesia tidak kehilangan apa pun. Sebaliknya, Indonesia telah mengekspor warisan budaya yang kemudian tumbuh subur di negeri orang.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Transformasi Bangsa
Musyawarah Nasional XVI IPSI kali ini pun menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi baru. Bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi bagaimana pencak silat tetap menjadi masterpiece Indonesia yang tak tergantikan—baik di matras pertandingan maupun dalam sanubari para pendekarnya.
Pesan Prabowo: Jadilah guru yang rendah hati, karena dari kerendahan itulah akan lahir kejayaan sejati. **
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
