PSI: Grace Natalie Tanggung Jawab Pribadi, Partai Tak Beri Bantuan Hukum

Buntut Video JK, PSI Biarkan Grace Berjuang Sendiri
HARIAN.NEWS,JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara soal status hukum Sekretaris Dewan Pembina mereka, Grace Natalie. Partai berlambang gajah itu memastikan tidak akan memberikan pendampingan hukum secara kelembagaan.
Keputusan ini diambil menyusul laporan polisi terhadap Grace atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian terkait potongan video ceramah Jusuf Kalla (JK).
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, dengan tegas menyatakan bahwa pernyataan atau unggahan yang dipersoalkan merupakan pendapat pribadi Grace. Bukan sikap resmi partai.
“Jadi secara kelembagaan kami pastikan kita tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian karena ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi,” ujar Ali di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026).
Dukungan Personal, Bukan Institusi
Meski melepas tanggung jawab secara institusi, PSI mengaku tetap memberikan dukungan moral kepada Grace. Namun, Ali menegaskan bahwa partainya harus menjaga jarak dari pusaran perkara hukum yang sedang berjalan.
“Kami tetap mendukung secara personal sebagai sahabat, tapi secara institusi partai dipisahkan,” tegasnya.
40 Ormas Islam Ramai-ramai Lapor Polisi
Kasus ini mencuat setelah Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama, yang terdiri dari 40 organisasi masyarakat Islam, melaporkan Grace ke Bareskrim Polri.
Grace dilaporkan bersama dua orang lainnya: Ade Armando (mantan kader PSI) dan Permadi Arya alias Abu Janda. Laporan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 4 Mei 2026.
Perwakilan LBH Syarikat Islam/SEMMI, Gurun Arisastra, menjelaskan inti persoalan terletak pada narasi unggahan ketiganya.
“Mereka memotong video ceramah JK di Masjid UGM yang sebenarnya membahas konflik Poso dan Ambon sebagai refleksi kerukunan umat beragama. Potongan itu kemudian diberi narasi yang membentuk persepsi keliru dan berpotensi memicu kegaduhan,” jelas Gurun.
Ade Armando Lebih Dulu Mundur dari PSI
Sebelum PSI mengambil sikap tegas terkait Grace, Ade Armando sudah lebih dulu mengumumkan pengunduran dirinya dari PSI. Ade mengaku tidak ingin kasus hukum yang menjeratnya ikut menyeret partai.
Ahmad Ali sebelumnya juga mengakui kekhawatiran internal bahwa kasus Ade bisa meluas ke PSI, bahkan dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Karena itu, PSI menerima keputusan Ade mundur sebagai pertimbangan pribadi.
PSI kini memasang garis tegas: setiap kader yang menyampaikan pendapat di luar tugas resmi partai harus siap mempertanggungjawabkannya sendiri di hadapan hukum.
Publik kini menanti langkah Bareskrim Polri setelah menerima laporan terhadap Grace, Ade, dan Permadi Arya. Apakah kasus ini akan naik ke tahap penyidikan? ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG