Relawan Asal Sinjai Ditangkap Tentara Israel, Pemkab Bungkam Saat Warga Menanti Sikap

HARIAN.NEWS, SINJAI – Seorang relawan kemanusiaan asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dilaporkan ditangkap pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Namun di tengah kecemasan keluarga dan perhatian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sinjai justru terkesan memilih diam.
Relawan tersebut diketahui bernama As’ad Aras Muhammad, pemuda asal Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, yang tergabung dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 bersama ratusan relawan internasional lainnya.
As’ad adalah putra pimpinan Yayasan Pendidikan Alfurqan Quranic School dan dikenal aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan sejak 2014.
Kabar penangkapan diterima keluarga setelah kapal yang ditumpangi As’ad bersama puluhan relawan lainnya diduga dicegat dan dibajak angkatan laut Israel di wilayah Laut Mediterania Timur, dekat Siprus, pada Senin (18/5/2026) tengah malam.
“Saya cuma berharap pemerintah segera bertindak nyata agar anak saya dan relawan lain bisa dibebaskan,” ujar Rabia (60), ibu As’ad, dengan mata berkaca-kaca saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu (20/5/2026).
Di tengah harapan keluarga yang menunggu keberpihakan pemerintah, respons pejabat daerah justru landai.
Wakil Bupati Sinjai yang dikonfirmasi terkait langkah penyelamatan warganya memilih tidak memberikan tanggapan.
Sementara pihak bagian hukum pemerintah daerah mengaku tidak memiliki kewenangan dan mengarahkan konfirmasi ke humas pemerintah.
“Sorry lagi rapat pak,” tulis Taslim SH, Kasubag bantuan hukum pemerintah kabupaten Sinjai melalui pesan WhatsApp.
Jawaban singkat itu dianggap kontras dengan situasi yang sedang dihadapi keluarga korban, ujar Ahmad pegiat sosial Sinjai.
Menurutnya,saat seorang warga Sinjai dikabarkan ditahan dalam konflik internasional ketika membawa misi kemanusiaan, masyarakat justru belum melihat adanya pernyataan resmi maupun langkah konkret dari pemerintah daerah.
Padahal, As’ad bukan sekadar warga biasa.
Ia membawa nama Indonesia dan Sinjai dalam misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
As’ad diketahui berada di Kapal Kasr-1 bersama delegasi Indonesia lainnya, Hendro Prasetyo.
Selain itu, sejumlah relawan dan jurnalis Indonesia lain juga turut dalam pelayaran GSF 2.0.
Keluarga mengaku sejak awal telah memahami risiko besar dari misi tersebut.
Namun mereka tetap berharap negara, termasuk pemerintah daerah, hadir saat warganya menghadapi situasi darurat di luar negeri.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sinjai terkait sikap maupun langkah yang akan diambil menyikapi penahanan relawan asal Sinjai tersebut. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : IRMAN BAGOESENG