“Sorry lagi rapat pak,” tulis Taslim SH, Kasubag bantuan hukum pemerintah kabupaten Sinjai melalui pesan WhatsApp.
Jawaban singkat itu dianggap kontras dengan situasi yang sedang dihadapi keluarga korban, ujar Ahmad pegiat sosial Sinjai.
Menurutnya,saat seorang warga Sinjai dikabarkan ditahan dalam konflik internasional ketika membawa misi kemanusiaan, masyarakat justru belum melihat adanya pernyataan resmi maupun langkah konkret dari pemerintah daerah.
Baca Juga : Pemerintah Sinjai Gandeng PT Semen Tonasa Kelola Sampah
Padahal, As’ad bukan sekadar warga biasa.
Ia membawa nama Indonesia dan Sinjai dalam misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.
As’ad diketahui berada di Kapal Kasr-1 bersama delegasi Indonesia lainnya, Hendro Prasetyo.
Baca Juga : Wabup Sinjai Kritik Kebijakan Efisiensi Presiden, Dinilai “Mencekik” Daerah
Selain itu, sejumlah relawan dan jurnalis Indonesia lain juga turut dalam pelayaran GSF 2.0.
Keluarga mengaku sejak awal telah memahami risiko besar dari misi tersebut.
Namun mereka tetap berharap negara, termasuk pemerintah daerah, hadir saat warganya menghadapi situasi darurat di luar negeri.
Baca Juga : Sekda Sinjai Jamin Tak Ada Pengurangan Peserta BPJS di Daerahnya
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sinjai terkait sikap maupun langkah yang akan diambil menyikapi penahanan relawan asal Sinjai tersebut. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
