Reshuffle Kelima Prabowo: 6 Jabatan Strategis Berganti

Reshuffle Kelima Prabowo: 6 Jabatan Strategis Berganti

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Dudung Jadi KSP

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mengocok susunan Kabinet Merah Putih.

Reshuffle kelima sejak pemerintahan resmi berjalan pada Oktober 2024 itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Langkah ini bukan sekadar rotasi biasa. Dalam perombakan kali ini, ada enam posisi strategis yang berganti, mulai dari level menteri, kepala badan, hingga penasihat khusus presiden.

Pengamat politik menilai reshuffle ini sebagai upaya pematangan mesin pemerintahan menghadapi tantangan besar di pertengahan masa jabatan.

“Saya perlu memastikan setiap jajaran bergerak cepat dan tepat sasaran. Ini penyegaran, bukan karena ada yang bermasalah,” ujar Prabowo dalam sambutan singkatnya, dikutip dari Biro Pers Sekretariat Negara.

Enam Posisi Baru di Kabinet Merah Putih

Sorotan utama jatuh pada Kementerian Lingkungan Hidup. Jabatan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup kini dipegang oleh Mohammad Jumhur Hidayat.

Ia menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang mendapat tugas baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Peralihan ini menarik karena Jumhur adalah figur yang dikenal dengan pendekatan advokasi, sementara Hanif pindah ke sektor yang lebih teknis terkait ketahanan pangan.

Lalu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) juga berubah. Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Dudung Abdurachman, resmi menggantikan Muhammad Qodari.

Qodari sendiri kini dipercaya mengepalai Badan Komunikasi Pemerintah. Perpindahan ini menandakan penguatan komunikasi kebijakan Istana ke publik.

Selain itu, Presiden melantik Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Posisi yang sebelumnya diisi oleh pejabat lain, kini diisi tokoh yang dikenal memiliki latar belakang birokrasi yang solid.

Hasan Nasbi juga mendapatkan kepercayaan baru sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang komunikasi. Ia akan membantu presiden merumuskan strategi narasi kebijakan pemerintah.

Ini Daftar 5 Kali Reshuffle Sejak 2024

Publik mungkin bertanya, mengapa sudah lima kali? Presiden Prabowo, menurut sejumlah sumber Istana, memang menganut pendekatan dynamic governance. Artinya, kabinet harus terus beradaptasi.

Mari kita bedah satu per satu:

1. Reshuffle Pertama (19 Februari 2025)

– Fokus di sektor pendidikan.
– Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi: dari Satryo Brodjonegoro diganti Brian Yuliarto.
– Alasan: Penyesuaian visi percepatan riset dan teknologi.

2. Reshuffle Kedua (8 September 2025)

Ini yang terbesar. Beberapa nama bergerak:
– Menko Polhukam : diisi Budi Gunawan.
– Menteri Keuangan : dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.
– Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia : dari Abdul Kadir Karding ke Mukhtarudin.
– Menteri Koperasi : dari Budi Arie Setiadi ke Ferry Juliantono.
– Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf (menteri), didampingi Dahnil Anzar Simanjuntak (wakil).

3. Reshuffle Ketiga dan Keempat (Tersebar di 2025 akhir & awal 2026)

Meski tidak sebesar September, dua reshuffle sebelumnya lebih bersifat teknis di level wakil menteri dan badan.

4. Reshuffle Kelima (27 April 2026)

Perombakan enam posisi strategis seperti yang disebutkan di awal.

Mengapa Ini Penting? Konsolidasi Bukan Kericuhan

Bagi masyarakat awam, seringkali reshuffle diartikan sebagai ‘krisis’ atau ‘ketidakstabilan’. Namun dari sisi ilmu manajemen pemerintahan, perombakan berkala justru menjadi alat kontrol.

“Prabowo sedang membangun tim yang lincah. Ia mengambil orang-orang dari berbagai latar: militer (Dudung), akademisi, aktivis buruh (Jumhur Hidayat dikenal sebagai mantan aktivis buruh), hingga birokrat. Ini sinyal bahwa ia ingin kabinetnya inclusive namun results-oriented, jelas analis politik dari Universitas Indonesia (UI) yang tidak ingin disebutkan namanya.

Tantangan ke Depan: Dari Pangan hingga Komunikasi

Dengan formasi baru ini, publik akan menyoroti beberapa hal:
1. Kementerian LH : Apakah Jumhur Hidayat akan lebih agresif menangani isu kebakaran hutan dan polusi?
2. Kepala Staf Kepresidenan : Dudung Abdurachman yang dikenal tegas, akankah membuat birokrasi Istana lebih cepat?
3. Badan Karantina : Di tengah isu penyakit hewan lintas batas, Abdul Kadir Kading punya pekerjaan rumah besar.

Satu hal yang pasti: Kabinet Merah Putih versi April 2026 ini adalah tim yang dipersiapkan untuk babak kedua pemerintahan.

Apakah mampu menjawab ekspektasi? Waktu yang akan menjawab.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman