Logo Harian.news

Reshuffle Kelima Prabowo: 6 Jabatan Strategis Berganti

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 27 April 2026 21:00
Reshuffle kabinet kelima Prabowo-Gibran pada 27 April 2026 (tangkaplayar_instagram)
Reshuffle kabinet kelima Prabowo-Gibran pada 27 April 2026 (tangkaplayar_instagram)
APERSI

Selain itu, Presiden melantik Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Posisi yang sebelumnya diisi oleh pejabat lain, kini diisi tokoh yang dikenal memiliki latar belakang birokrasi yang solid.

Hasan Nasbi juga mendapatkan kepercayaan baru sebagai Penasihat Khusus Presiden di bidang komunikasi. Ia akan membantu presiden merumuskan strategi narasi kebijakan pemerintah.

Baca Juga : Prabowo: Vietnam dan Thailand Hebat Silat, Dulu Kita yang Latih

Ini Daftar 5 Kali Reshuffle Sejak 2024

Publik mungkin bertanya, mengapa sudah lima kali? Presiden Prabowo, menurut sejumlah sumber Istana, memang menganut pendekatan dynamic governance. Artinya, kabinet harus terus beradaptasi.

Mari kita bedah satu per satu:

Baca Juga : Presiden Prabowo Gelar Retret Kabinet Lagi

1. Reshuffle Pertama (19 Februari 2025)

– Fokus di sektor pendidikan.
– Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi: dari Satryo Brodjonegoro diganti Brian Yuliarto.
– Alasan: Penyesuaian visi percepatan riset dan teknologi.

2. Reshuffle Kedua (8 September 2025)

Baca Juga : Sebulan Menjadi Menkeu, Purbaya Jadi Menteri Favorit

Ini yang terbesar. Beberapa nama bergerak:
– Menko Polhukam : diisi Budi Gunawan.
– Menteri Keuangan : dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.
– Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia : dari Abdul Kadir Karding ke Mukhtarudin.
– Menteri Koperasi : dari Budi Arie Setiadi ke Ferry Juliantono.
– Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah: Mochamad Irfan Yusuf (menteri), didampingi Dahnil Anzar Simanjuntak (wakil).

3. Reshuffle Ketiga dan Keempat (Tersebar di 2025 akhir & awal 2026)

Meski tidak sebesar September, dua reshuffle sebelumnya lebih bersifat teknis di level wakil menteri dan badan.

Baca Juga : Sinergi Prof. Dudung & Taruna Ikrar, RI Mandiri Obat

4. Reshuffle Kelima (27 April 2026)

Perombakan enam posisi strategis seperti yang disebutkan di awal.

Mengapa Ini Penting? Konsolidasi Bukan Kericuhan

Bagi masyarakat awam, seringkali reshuffle diartikan sebagai ‘krisis’ atau ‘ketidakstabilan’. Namun dari sisi ilmu manajemen pemerintahan, perombakan berkala justru menjadi alat kontrol.

“Prabowo sedang membangun tim yang lincah. Ia mengambil orang-orang dari berbagai latar: militer (Dudung), akademisi, aktivis buruh (Jumhur Hidayat dikenal sebagai mantan aktivis buruh), hingga birokrat. Ini sinyal bahwa ia ingin kabinetnya inclusive namun results-oriented, jelas analis politik dari Universitas Indonesia (UI) yang tidak ingin disebutkan namanya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda