Logo Harian.news

Saat Bencana Karhutla, KPK OTT di BNPB: Rp1,4 M dan Emas Diamankan

Editor : Redaksi II Rabu, 14 Oktober 2026 15:30
Ilustrasi KPK di tubuh BNPB.
Ilustrasi KPK di tubuh BNPB.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sejatinya bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Indonesia menjadi perhatian pemerintah dalam menanganinya. Kondisi ini menjadi miris saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan atau OTT di tubuh BNPB.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap kasus yang diusut lembaga antirasuah itu saat operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

Baca Juga : Pemadaman Karhutla Manfaatkan Air Kolam Warga, Ini Kata BNPB

“Para pihak masih dilakukan pemeriksaan,”ucap Budi Prasetyo saat dikonfirmasi Harian.news, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

Menurut Budi, OTT KPK itu berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa hingga dana siap pakai kebencanaan.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

“Ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13/10/2026) dikutip di JPNN.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

Baca Juga : BNPB Salurkan Bantuan Rp15 Miliar untuk Mitigasi Bencana di Sulawesi Selatan

Ketika ditanya apakah OTT tersebut terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ataupun penanganan bencana alam lainnya, Budi mengatakan bahwa hal tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

“Pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa? Itu nanti kami akan sampaikan detailnya saat konferensi pers,” katanya.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ke-22 sepanjang 2026 di lingkungan BNPB. Jubir KPK Budi Prasetyo mengungkap kasus yang diusut lembaga antirasuah itu saat OTT KPK di BNBP. Dalam OTT KPK di BNPB, tim lembaga antirasuah menyita uang tunai dan sejumlah emas.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

“Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” Budi.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

Untuk emas, Budi mengatakan KPK menyita beberapa logam mulia tersebut dalam bentuk batangan.

Baca Juga : Update KPK OTT Bolaang Mongondow Utara dan 14 Orang Diamankan

Baca Juga : Korban Meninggal Akibat Gempa Bumi NTT Terus Bertambah

 

“Beberapa dalam bentuk emas batangan, dan beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim,” katanya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda