Sepekan bermasalah, kisruh Sampah Mulai ditangani Bersama

HARIAN.NEWS, GOWA – Sepekan, Pemerintah Kabupaten Gowa sempat jadi dibuat meradang akibat kisruh sampah.
Ocehan Andi Abdul Kadir salah satu Kepala Bidang di Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) yang mengabarkan akan anggaran Operasional puluhan mobil ( armada) pengangkut sampah belum cair serta upaya H. Kadir Nyampa memperjuangkan haknya terkait proses ganti rugi lahannya yang belum tuntas dengan aksi menutup akses jalan masuk ke lokasi pembuangan sampah ( TPA) perlahan namun pasti terurai.
Problem ini menjadi salah satu atensi Bupati Gowa bersama Firdaus, PLh Sekda Gowa dan sejumlah pejabat Pemkab Gowa.
Rapat koordinasi antar instansi diketahui, mandeknya pengoperasian sejumlah armada disebabkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa terlambat menyetorkan SPM dinasnya ke Badan pengelola keuangan Daerah
” Kadis dan Kabid yang menangani persampahan beberapa kali dihubungi namun tidak direspon, oleh tim Pemkab Gowa, Senin kemaren kami mendatangi kantor Dinas DLH dan data kami temukan terlambatnya anggaran disebabkan pejabat di Dinas DLH belum menyetor syarat pencairan anggaran,” ujar PLh. Sekda Gowa
Ungkapan PLh. Sekda ditambahkan Abdul Rahman, PLh Kepala Badan Keuangan Daerah.
” Dalam hitungan detik, Insyaa Allah anggaran itu langsung cair namun dokumen SPM belum disetor ke keuangan sehingga tidak diproses SP2D nya, ini salah satu penyebabnya,” ungkap Abdul Rahman.
“Tetapi alhamdulillah hari ini sudah cair anggaran BBM nya utk tahap II tagihan 16-31 Agustus 2026. Sisa ditunggu lagi tagihan tgl 1-15 september 2026,” ujarnya.
Terkait harapan H. Abdul Kadir Nyampa agar haknya secepatnya diselesaikan, PLh Sekda menegaskan pihaknya memastikan akan merespons ungkapan Haji Kadir Nyampa.
” Proses penyelesaian soal ganti rugi akan kami bahas karena sebelumnya pejabat di Dinas DLH beberapa kali dihubungi untuk komunikasi dan koordinasi namun tidak pernah direspon. Hak warga wajib diselesaikan dan harus sesuai dengan regulasi, sisi lain, kami optimalkan pengoperasian armada secepatnya kembali normal sehingga persoalan sampah bisa ditangani bersama,” tegas Firdaus.
Ungkapan kedua pejabat Pemkab Gowa tersebut diungkapkan pada hari Senin (21/9) dan informasi dari lapangan pada hari Selasa diketahui proses pengangkutan sampah mulai berjalan.
Sugianto Pattanegara, salah satu warga Somba Opu menyatakan persoalan sampah adalah persoalan bersama semua warga.
” Saatnya kita semua membantu pemerintah untuk bersama menyelesaikan persoalan klasik ini, dan Alhamdulillah gerakan bersama rakyat membantu pemerintah hari ini mulai berjalan, warga dengan sukarela membantu pegawai DLH memungut sampah bersama,” ujar Sugianto Pattanegara.
Dirinya bersama sejumlah elemen masyarakat Kecamatan Somba Opu mengucapkan terima kasih atas inisiasi PLh Sekda untuk bergerak bersama menangani kisruh sampah.
” Semoga hari ini sebahagian besar titik sampah menumpuk sudah bisa diangkut,” kunci Sugianto Pattanegara. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN