Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, De la Fuente Tebar Ancaman ke Calon Lawan

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Timnas Spanyol kembali menegaskan dominasinya di panggung sepak bola dunia. La Roja memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Dallas, Rabu (15/7) dini hari WIB.
Dua gol kemenangan Spanyol dicetak melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal dan penyelesaian klinis Pedro Porro. Hasil tersebut tidak hanya membawa Spanyol melangkah ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 37 pertandingan beruntun, menyamai catatan legendaris Italia.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Spanyol sebagai salah satu favorit utama untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
De la Fuente: Prancis Baru Saja Menghadapi Tim Terbaik Dunia
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tidak menyembunyikan rasa bangganya atas performa anak asuhnya. Seusai pertandingan, ia bahkan melontarkan pernyataan penuh keyakinan yang menjadi sinyal kuat bagi calon lawan di partai puncak.
“Kami merasa tidak bisa dikalahkan saat ini. Prancis baru saja menghadapi tim terbaik di dunia. Apa yang terlihat sulit bagi tim lain, para pemain kami membuatnya tampak mudah di lapangan,” ujar De la Fuente.
Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan diri tinggi yang kini menyelimuti skuad Matador setelah tampil konsisten sepanjang turnamen.
Bangkit dari Awal yang Diragukan
Perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 tidak selalu berjalan mulus.
Pada fase grup, La Roja sempat menuai kritik setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde. Namun, hasil tersebut justru menjadi titik balik kebangkitan mereka.
Memasuki fase gugur, performa Spanyol meningkat drastis. Lamine Yamal dan kolega berhasil menyingkirkan Portugal, Belgia, hingga Prancis dengan permainan yang semakin matang baik dalam penguasaan bola maupun efektivitas penyelesaian akhir.
Menurut De la Fuente, peningkatan performa tersebut merupakan hasil dari proses yang telah dirancang sejak awal.
Ia menegaskan timnya dipersiapkan agar mencapai level permainan terbaik ketika turnamen memasuki fase paling menentukan.
Rekor 37 Laga Tak Terkalahkan
Kemenangan atas Prancis juga memperpanjang catatan impresif Spanyol menjadi 37 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi.
Rekor tersebut menyamai pencapaian Italia dan menjadi bukti konsistensi La Roja di bawah kepemimpinan Luis de la Fuente.
Dalam periode tersebut, Spanyol tidak hanya tampil produktif di lini depan, tetapi juga memperlihatkan organisasi permainan yang solid serta pertahanan yang sulit ditembus lawan.
Perpaduan pemain senior dan generasi muda seperti Lamine Yamal membuat permainan Spanyol semakin dinamis dan sulit diprediksi.
Menunggu Inggris atau Argentina
Kini fokus Spanyol beralih ke partai final.
La Roja tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Inggris dan Argentina di Atlanta.
Meski berpotensi menghadapi dua lawan dengan karakter permainan berbeda, De la Fuente menegaskan timnya tidak memiliki preferensi siapa yang akan menjadi lawan di final.
“Kami tidak memilih salah satu dari mereka. Siapa pun lawannya, kami siap.”
Jika bertemu Argentina, laga final akan menghadirkan duel emosional karena hubungan dekat De la Fuente dengan pelatih Lionel Scaloni.
Sementara apabila Inggris yang lolos, Spanyol akan kembali berhadapan dengan rival yang pernah mereka kalahkan pada final Euro 2024.
La Roja Semakin Dekat dengan Gelar Dunia
Dengan permainan kolektif yang semakin matang, kedalaman skuad yang merata, dan kepercayaan diri yang terus meningkat, Spanyol datang ke partai final sebagai kandidat kuat juara.
Keberhasilan menyingkirkan Prancis menjadi pesan tegas bahwa La Roja bukan hanya tampil konsisten, tetapi juga memiliki mental juara untuk mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan trofi di tangan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG