Memasuki fase gugur, performa Spanyol meningkat drastis. Lamine Yamal dan kolega berhasil menyingkirkan Portugal, Belgia, hingga Prancis dengan permainan yang semakin matang baik dalam penguasaan bola maupun efektivitas penyelesaian akhir.
Menurut De la Fuente, peningkatan performa tersebut merupakan hasil dari proses yang telah dirancang sejak awal.
Baca Juga : Spanyol ke Final! Yamal Bersinar, Mbappe Gagal Selamatkan Prancis
Ia menegaskan timnya dipersiapkan agar mencapai level permainan terbaik ketika turnamen memasuki fase paling menentukan.
Rekor 37 Laga Tak Terkalahkan
Kemenangan atas Prancis juga memperpanjang catatan impresif Spanyol menjadi 37 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi.
Baca Juga : Mbappe vs Yamal, Siapa Bawa Tim ke Final Piala Dunia 2026?
Rekor tersebut menyamai pencapaian Italia dan menjadi bukti konsistensi La Roja di bawah kepemimpinan Luis de la Fuente.
Dalam periode tersebut, Spanyol tidak hanya tampil produktif di lini depan, tetapi juga memperlihatkan organisasi permainan yang solid serta pertahanan yang sulit ditembus lawan.
Perpaduan pemain senior dan generasi muda seperti Lamine Yamal membuat permainan Spanyol semakin dinamis dan sulit diprediksi.
Baca Juga : Barcelona Dominasi Semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol Tampil Bak Blaugrana
Menunggu Inggris atau Argentina
Kini fokus Spanyol beralih ke partai final.
La Roja tinggal menunggu pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Inggris dan Argentina di Atlanta.
Baca Juga : Prancis Singkirkan Maroko 2-0, Mbappe Bawa Les Bleus ke Semifinal
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
