Tampung Keluhan Warga Manjangloe, Legislator PPP Agus TS Siap Kawal Aspirasi Infrastruktur dan Pertanian

HARIAN.NEWS,JENEPONTO — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Agus TS, menggelar kegiatan reses dan temu konstituen Daerah Pemilihan (Dapil) II di Lingkungan Manjangloe, Kelurahan Manjangloe, Kecamatan Tamalatea, pada Minggu, (9/8/2026
Dalam kegiatan serap aspirasi tersebut, warga setempat menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan terkait infrastruktur pendukung, sarana pertanian, hingga pelayanan sosial. Salah satu usulan utama yang mengemuka adalah desakan perbaikan jalan menuju Ka’nea.
Warga mengeluhkan kondisi akses jalan tersebut yang rusak parah dan menyerupai kubangan persawahan saat musim hujan, sehingga sangat mengganggu mobilitas sehari-hari. Selain itu, warga juga mengusulkan pengadaan penerangan jalan umum (PJU), penambahan 5 tiang listrik, serta bantuan sumur bor untuk menunjang aktivitas pertanian.
Tak hanya sektor fisik, warga juga mengeluhkan persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI yang mendadak tidak aktif. Hal ini dialami warga akibat kenaikan tingkat desil (data kemiskinan) secara tiba-tiba pada sistem data terpadu.
Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat tersebut, Legislator PPP Dapil II Jeneponto ini memberikan penjelasan secara terperinci.
Terkait perbaikan jalan menuju Ka’nea, Agus TS menyampaikan bahwa pengaspalan atau perbaikan jalan tersebut belum terakomodasi dalam anggaran tahun ini. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memperjuangkan akses jalan tersebut pada penganggaran mendatang.
“Untuk perbaikan jalan ke arah Ka’nea memang belum masuk dalam program perbaikan di tahun ini. Namun, insyaallah akan terus kita dorong dan usulkan agar bisa masuk skala prioritas pada periode anggaran berikutnya,” ujar Agus TS.
Mengenai penerangan jalan dan penambahan 5 tiang listrik untuk pemukiman warga jalan menuju Papanloe yang juga merupakan area persawahan, Agus TS menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan mengajukan usulan resmi ke ULP PLN Jeneponto.
Dari sekitar 20 rumah yang diusulkan mendapat penanganan jaringan, hasil survei lapangan pihak PLN menunjukkan ada lebih dari 10 rumah yang memenuhi kriteria untuk segera ditindaklanjuti.
Adapun mengenai usulan sumur bor pertanian, ia mengimbau kelompok tani atau masyarakat setempat untuk membuat proposal permohonan
“Silakan buat permohonan atau proposalnya terlebih dahulu. Setelah syarat administrasi lengkap, kami siap mengawal usulan tersebut ke instansi terkait,” jelasnya.
Menjawab keresahan warga soal kepesertaan BPJS Kesehatan yang terhenti akibat lonjakan desil, Agus TS menyarankan warga untuk melakukan sanggahan melalui Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto.
Pihak Dinas Sosial nantinya akan menerjunkan koordinator dan tim verifikator untuk melakukan pendataan ulang di lapangan guna memastikan kelayakan penerima bantuan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ASWIN RASYID