TNI AL Gagalkan Penyelundupan 7 CPMI di Nunukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 7 CPMI di Nunukan

HARIAN.NEWS,NUNUKAN – Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tujuh calon pekerja migran Indonesia (CPMI) nonprosedural di wilayah perairan Nunukan, Senin, 20 Januari 2025.

Patroli rutin yang dilakukan sejak pagi hari menemukan speedboat mencurigakan yang kemudian dihentikan untuk pemeriksaan.

Komandan Lanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Handoyo, menjelaskan operasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk memberantas segala bentuk aktivitas ilegal di perbatasan laut.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi sindikat penyelundupan manusia yang kerap memanfaatkan jalur laut untuk kepentingan ilegal,” tegas Handoyo dalam keterangan pers, Selasa, 21 Januari 2025.

Dalam pemeriksaan, tim menemukan delapan orang di dalam speedboat berwarna hijau, terdiri dari satu motoris berinisial N dan tujuh WNI tanpa dokumen resmi.

Para CPMI tersebut terdiri dari lima pria, satu wanita, dan seorang balita berusia lima bulan. Mereka segera diamankan ke Mako Lanal Nunukan untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pendataan, para CPMI diketahui berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan.

Mereka dijanjikan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit di Malaysia dengan syarat membayar biaya keberangkatan sebesar Rp1,5 juta.

Sementara itu, motoris speedboat, N, mengaku tidak mengetahui bahwa penumpangnya adalah CPMI nonprosedural.

Menurut pengakuannya, ia hanya menerima perintah dari seseorang berinisial M untuk mengantar mereka menuju Sei Ular, Nunukan, dengan tarif Rp70.000 per orang.

Handoyo menegaskan bahwa TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan untuk mencegah aktivitas ilegal serupa.

“Pengamanan ini tidak hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga mencegah eksploitasi terhadap pekerja migran yang sering kali menjadi korban perdagangan manusia,” pungkasnya.

Langkah tegas ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga keamanan laut, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan terhadap berbagai kejahatan lintas negara. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman