Menurut pengakuannya, ia hanya menerima perintah dari seseorang berinisial M untuk mengantar mereka menuju Sei Ular, Nunukan, dengan tarif Rp70.000 per orang.
Handoyo menegaskan bahwa TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan untuk mencegah aktivitas ilegal serupa.
“Pengamanan ini tidak hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga mencegah eksploitasi terhadap pekerja migran yang sering kali menjadi korban perdagangan manusia,” pungkasnya.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga keamanan laut, khususnya di wilayah perbatasan yang rawan terhadap berbagai kejahatan lintas negara. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
