HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar wisuda hari kedua Periode ke-89 dengan meluluskan sekitar 1.600 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai diploma, sarjana, magister, profesi, hingga doktor.
Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua hari untuk menjaga kelancaran prosesi dan memastikan kegiatan selesai sebelum waktu salat Zuhur.
Baca Juga : Unismuh Siapkan Wisuda ke-89, Dua Bupati Dijadwalkan Hadiri dan Teken MoU
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mengatakan pembagian jadwal wisuda dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.600 orang.
“Untuk wisuda Periode ke-89 ini, pesertanya hampir 2.000, sekitar 1.600 sekian, sehingga kita bagi dua. Prinsip kita, jangan terlalu banyak dan diusahakan selesai sebelum salat Zuhur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain prosesi wisuda, Unismuh Makassar juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra pada hari kedua.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Hadiri Peresmian Markas Hufadz di Unismuh Makassar
Tiga mitra yang menjalin kerja sama tersebut yakni Pemerintah Kabupaten Maros, Peradi Profesional Hukum dan Advokasi, serta Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Kita berharap melalui MoU ini dapat membangun kerja sama dalam bidang tridarma perguruan tinggi, khususnya juga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah,” jelasnya.
Baca Juga : Unismuh Makassar Kukuhkan Lebih dari 5.000 Maba Tahun Akademik 2026/2027
Selain menjalin kerja sama, Unismuh Makassar juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari jenjang sarjana dan magister. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi kampus terhadap pencapaian akademik mahasiswa.
Ia menegaskan, pelaksanaan wisuda merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi kepada masyarakat atas proses pendidikan yang telah dijalankan.
Menurutnya, wisuda juga menjadi momen kebahagiaan bagi keluarga wisudawan. Tingginya jumlah keluarga yang hadir membuat pihak kampus menyiapkan tenda khusus di luar ruang utama Balai Sidang untuk menampung para pendamping.
Baca Juga : Unismuh–Bapas Makassar Kolaborasi Terapkan Ruang Pidana Alternatif
“Wisuda ini sesungguhnya adalah bukti pertanggungjawaban kami kepada masyarakat. Alhamdulillah, terlihat juga kegembiraan orang tua dan keluarga yang hadir mendampingi para wisudawan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyebut wisuda menjadi momentum refleksi bagi Unismuh Makassar untuk mengevaluasi berbagai capaian selama setahun terakhir. Evaluasi tersebut turut disampaikan melalui pidato akademik Rektor Unismuh Makassar.
Pihak kampus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perlambatan arus lalu lintas di Jalan Sultan Alauddin selama pelaksanaan wisuda dua hari tersebut. Untuk mengantisipasi kepadatan, kampus berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk TNI dan kepolisian.
Pesan untuk Generasi Z: Ijazah Bukan Akhir Perjalanan
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Unismuh Makassar berpesan kepada para wisudawan, khususnya generasi Z, agar tidak cepat berpuas diri setelah memperoleh gelar akademik.
Ia menekankan bahwa ijazah bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Jangan pernah puas dengan apa yang diterima hari ini. Justru ijazah yang didapatkan bukan akhir, tetapi awal untuk melangkah lebih banyak di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah setelah menyelesaikan pendidikan. Para alumni diharapkan tetap mengingat serta berkontribusi bagi perkembangan ranting dan cabang Muhammadiyah di lingkungan masing-masing.
Bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan, Unismuh Makassar juga membuka kesempatan untuk menempuh jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).
Ia berharap seluruh wisudawan segera memperoleh pekerjaan dan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.
Unismuh Makassar Kini Miliki 76 Program Studi
Pada kesempatan yang sama, ia turut menjelaskan perkembangan program studi di Unismuh Makassar. Saat ini, kampus tersebut memiliki total 76 program studi yang mencakup berbagai bidang keilmuan.
Di antara pengembangan terbaru yang disampaikan dalam wawancara tersebut adalah program pendidikan profesi keperawatan serta Program Studi S1 Pertambangan.
Menurutnya, pembukaan Program Studi S1 Pertambangan menjadi langkah strategis mengingat kebutuhan tenaga profesional di sektor pertambangan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Program Studi S1 Pertambangan ini menarik karena di kawasan timur Indonesia masih sedikit perguruan tinggi yang memilikinya. Apalagi, secara geografis, kawasan ini memiliki potensi pertambangan yang besar,” ungkapnya.
Ia berharap lulusan program studi tersebut nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor pertambangan dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Unismuh Makassar juga masih membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Program Studi S1 Pertambangan hingga tanggal 30 pada bulan pelaksanaan penerimaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sejumlah calon mahasiswa telah mendaftar dan kampus tetap memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa lain untuk bergabung.
Dengan berbagai upaya pengembangan akademik dan kerja sama kelembagaan tersebut, Unismuh Makassar berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
