Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perketat Pengawasan PDPB Triwulan III 2026
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar melalui penandatanganan naskah perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA).
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan politik mahasiswa sekaligus membangun ruang kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengawasan dan penegakan demokrasi.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, mengatakan salah satu isu strategis yang dapat menjadi perhatian bersama dalam kerja sama tersebut adalah persoalan politik uang. Menurutnya, kampus memiliki ruang yang besar untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan demokrasi, termasuk praktik politik uang.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Baca Juga : Demokrasi di Antara Demagogi dan Pedagogi
“Kerjasama ini ada pada dua hal, salah satu isu strategis adalah masalah politik uang. Saya kira memang ada ruang penyadaran,” ujar Mardiana.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Menurut Mardiana, keterlibatan perguruan tinggi menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya berada pada posisi sebagai pemilih, tetapi juga memiliki potensi menjadi bagian dari gerakan pengawasan pemilu dan demokrasi di masa mendatang.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Bawaslu Sulsel memang semakin menyasar lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan pengawasan pemilu. Kampus dinilai memiliki sumber daya intelektual sekaligus mahasiswa yang dapat dikembangkan sebagai relawan dan agen pengawasan partisipatif.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Memang Bawaslu dalam dua tahun terakhir menyasar kampus, punya bibit intelektual dan bibit volunteer selain juga menjadi pemilih,” kata Mardiana.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Mardiana menegaskan, kerja sama dengan perguruan tinggi tidak semestinya hanya berlangsung ketika tahapan pemilu atau pemilihan sedang berjalan. Menurutnya, kemitraan tersebut perlu terus bergerak melalui berbagai bentuk kegiatan, termasuk kegiatan pendidikan yang bersifat formal maupun informal.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Kami dengan senang hati membawakan kuliah. Karena kami merasa bahwa kemitraan ini, ada tidaknya tahapan kita tetap terus bergerak,” ujarnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Ia menambahkan, kesinambungan kerja sama tersebut penting karena mahasiswa hari ini merupakan bagian dari generasi yang berpotensi menjadi penyelenggara maupun peserta pemilu pada masa mendatang.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan anak-anak, adik-adik kita yang menjadi penyelenggara bahkan mungkin calonnya,” tutur Mardiana.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Dalam kesempatan tersebut, Mardiana juga menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan relawan pemilu yang telah dilakukan sebelumnya dapat menjadi salah satu model yang dikembangkan bersama kampus mitra lainnya. Bawaslu Sulsel membuka peluang untuk mengadopsi konsep serupa di berbagai perguruan tinggi.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Jadi kegiatan kemarin itu kegiatan relawan pemilu. Kita mungkin akan ada adopsi serupa di kampus lain yang kita ajak bermitra,” jelasnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhaimin Latif, M.Th.I., M.Ed., menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menilai hubungan antara perguruan tinggi dan Bawaslu merupakan kemitraan strategis yang perlu diperkuat secara kelembagaan.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Ketika kemarin saya menerima atau membaca surat dari Bawaslu, kampus dan Bawaslu sudah menjadi mitra strategis. Saya tidak berkomentar banyak setelah membaca surat, langsung saya disposisi,” kata Muhaimin.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Menurutnya, kerja sama tersebut sebaiknya tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa dari bidang ilmu politik, tetapi dapat melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar saat ini memiliki tujuh program studi, dengan enam di antaranya telah berstatus unggul. Kondisi tersebut, menurut Muhaimin, menjadi potensi yang dapat dikembangkan dalam kerja sama dengan Bawaslu.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Saya sebenarnya berharap ke depan mahasiswa yang bisa mendapat pengalaman bukan hanya ilmu politik, tapi semua prodi. Kita ada tujuh prodi, enam di antaranya sudah unggul,” ujarnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Ia menilai, salah satu muara penting dari kolaborasi tersebut adalah lahirnya pendidikan politik yang dapat membentuk mahasiswa menjadi warga negara yang memiliki kesadaran demokrasi.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Saya kira muaranya ada edukasi politik bagi mahasiswa,” kata Prof. Muhaimin.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Muhaimin juga menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun tidak semata-mata diarahkan pada program magang. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mencakup seluruh aspek tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Sebelum kita menandatangani MoA, saya mengucapkan terima kasih. Kerja sama kita ini tidak hanya sekadar magang, tapi ada tridharma, pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Ia menambahkan, Fakultas Ushuluddin memiliki karakter keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada nilai profetik dan pembentukan manusia yang beradab.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Bedanya kita dengan ilmu politik dengan Ushuluddin, kita punya profetik, kenabian, beradab. Orang beradab itu berada di atas orang berilmu,” ujarnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Karena itu, Muhaimin berharap kerja sama yang telah dituangkan dalam MoA tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kelembagaan, tetapi diterjemahkan ke dalam program-program nyata yang dapat diukur dan memberikan dampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
“Saya harap juga tidak hanya di atas kertas, tapi ada konkret yang bisa berkelanjutan. Bawaslu Mengajar juga semoga bisa terus berlanjut ke depannya, sehingga ada output yang bisa diukur dan berdampak,” pungkasnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Sebut Pilketos Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak Pelaksanaan PSU Pilkada Palopo
Melalui penguatan kerja sama ini, Bawaslu Sulsel dan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat membangun ruang kolaborasi yang tidak hanya memperkuat kelembagaan kedua pihak, tetapi juga memperluas pendidikan politik, meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pengawasan pemilu, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
