Hanya 94 dari 13 Ribu—Apa Istimewanya CPNS Kemenekraf
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebanyak 94 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru saja resmi memulai langkah pertamanya sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).
Namun, tugas mereka tak sekadar mengisi formasi belaka—mereka didorong untuk menjadi birokrat muda yang melek teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam acara pembekalan yang berlangsung di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Senin (2/6/2025), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya secara tegas menyampaikan bahwa para CPNS harus mulai mahir dalam pemanfaatan AI dan ekonomi digital.
“Selamat datang di Kemenekraf. Jadilah birokrat kreatif yang adaptif, kolaboratif, dan tidak ragu meningkatkan kapasitas diri. Kuasai AI, ekonomi digital, sustainability, dan manajemen kekayaan intelektual,” ujar Riefky.
Generasi Muda dengan Semangat Baru
Dari total 13.263 pelamar, hanya 94 orang terpilih yang diberikan kesempatan untuk menjalani proses pengambilan NIP. Mereka terdiri dari:
– 80 orang formasi umum
– 11 orang putra-putri Kalimantan
– 3 penyandang disabilitas
Komposisi usia pun cukup ideal, mayoritas masih berada di rentang 22–30 tahun, yang menunjukkan bahwa Kemenekraf ingin meregenerasi birokrasinya dengan tenaga muda yang lebih inovatif dan gesit.
Menurut Sekretaris Kemenekraf Dessy Ruhati, komposisi ini sangat strategis karena usia muda dinilai lebih mudah menyerap perubahan, serta memiliki potensi besar untuk mencapai target Key Performance Indicator (KPI) Kemenekraf.
AI & Kolaborasi Jadi Prioritas
Riefky menegaskan bahwa tantangan zaman semakin kompleks, terlebih dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Untuk itu, ia meminta seluruh CPNS untuk tidak hanya bekerja rutinitas, tetapi juga aktif dalam digitalisasi, penguatan data, dan kerja sama lintas sektor.
“Birokrasi kreatif harus bisa beradaptasi dan berkolaborasi. Dunia sudah berubah, dan kita harus bisa melompat maju bersama,” katanya.
Pesan senada datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia percaya, birokrasi yang kuat adalah yang memiliki mekanisme check and balance, serta semangat gotong royong menuju Indonesia Emas 2045.
“Harapan besar ada di pundak kalian. Perjuangan akan panjang, tapi hasilnya akan bermakna jika dilakukan dengan dedikasi tinggi,” tutur Irene.
Ber-AKHLAK, Core Value ASN Zaman Now
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), para CPNS ini juga wajib menjiwai nilai-nilai dasar Ber-AKHLAK, yaitu:
– Berorientasi Pelayanan
– Akuntabel
– Kompeten
– Harmonis
– Loyal
– Adaptif
– Kolaboratif

Menekraf Teuku Riefky memerikan arahan strategis ke ASN Baru untuk menjadi birokrat kreatif yang adaptif, kolaboratif, dan melek teknologi ||tangkaplayar_instagram@teukuriefky
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan perilaku bagi setiap ASN agar tetap relevan di tengah transformasi digital dan harapan publik yang terus berkembang.
Pentingnya Pemahaman AI dan Sustainability
Selain kemampuan administratif, para CPNS juga ditantang untuk mempelajari bidang-bidang strategis seperti:
– Artificial Intelligence (AI)
– Ekonomi Digital
– Keberlanjutan (sustainability)
– Manajemen Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Langkah ini sejalan dengan visi Kemenekraf untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News