Untuk itu, ia meminta seluruh CPNS untuk tidak hanya bekerja rutinitas, tetapi juga aktif dalam digitalisasi, penguatan data, dan kerja sama lintas sektor.
“Birokrasi kreatif harus bisa beradaptasi dan berkolaborasi. Dunia sudah berubah, dan kita harus bisa melompat maju bersama,” katanya.
Baca Juga : Menjelang Senja Pengabdian
Pesan senada datang dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia percaya, birokrasi yang kuat adalah yang memiliki mekanisme check and balance, serta semangat gotong royong menuju Indonesia Emas 2045.
“Harapan besar ada di pundak kalian. Perjuangan akan panjang, tapi hasilnya akan bermakna jika dilakukan dengan dedikasi tinggi,” tutur Irene.
Baca Juga : WFH Boleh Santai, Layanan Jangan Ikut Rebahan!
Ber-AKHLAK, Core Value ASN Zaman Now
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), para CPNS ini juga wajib menjiwai nilai-nilai dasar Ber-AKHLAK, yaitu:
– Berorientasi Pelayanan
– Akuntabel
– Kompeten
– Harmonis
– Loyal
– Adaptif
– Kolaboratif

Baca Juga : Dorong Hemat BBM, Pengamat Usul ASN Wajib Gunakan Transportasi Umum
Menekraf Teuku Riefky memerikan arahan strategis ke ASN Baru untuk menjadi birokrat kreatif yang adaptif, kolaboratif, dan melek teknologi ||tangkaplayar_instagram@teukuriefky
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan perilaku bagi setiap ASN agar tetap relevan di tengah transformasi digital dan harapan publik yang terus berkembang.
Pentingnya Pemahaman AI dan Sustainability
Baca Juga : Gubernur Sulsel Tegaskan Larangan ASN Minta THR, Wajib Lapor Jika Terima Gratifikasi
Selain kemampuan administratif, para CPNS juga ditantang untuk mempelajari bidang-bidang strategis seperti:
– Artificial Intelligence (AI)
– Ekonomi Digital
– Keberlanjutan (sustainability)
– Manajemen Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Langkah ini sejalan dengan visi Kemenekraf untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

