Logo Harian.news

Siap Kerja dengan AI, Inilah Syarat Jadi ASN Zaman Now di Kemenekraf

Hanya 94 dari 13 Ribu—Apa Istimewanya CPNS Kemenekraf

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 03 Juni 2025 11:20
94 CPNS Kemenekraf ikuti pembekalan di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Senin (2/6/2025) ||tangkaplayar_instagram@teukuriefky
94 CPNS Kemenekraf ikuti pembekalan di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Senin (2/6/2025) ||tangkaplayar_instagram@teukuriefky
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Sebanyak 94 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru saja resmi memulai langkah pertamanya sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Namun, tugas mereka tak sekadar mengisi formasi belaka—mereka didorong untuk menjadi birokrat muda yang melek teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga : Menjelang Senja Pengabdian

Dalam acara pembekalan yang berlangsung di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Senin (2/6/2025), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya secara tegas menyampaikan bahwa para CPNS harus mulai mahir dalam pemanfaatan AI dan ekonomi digital.

“Selamat datang di Kemenekraf. Jadilah birokrat kreatif yang adaptif, kolaboratif, dan tidak ragu meningkatkan kapasitas diri. Kuasai AI, ekonomi digital, sustainability, dan manajemen kekayaan intelektual,” ujar Riefky.

Generasi Muda dengan Semangat Baru

Baca Juga : WFH Boleh Santai, Layanan Jangan Ikut Rebahan!

Dari total 13.263 pelamar, hanya 94 orang terpilih yang diberikan kesempatan untuk menjalani proses pengambilan NIP. Mereka terdiri dari:

– 80 orang formasi umum
– 11 orang putra-putri Kalimantan
– 3 penyandang disabilitas

Komposisi usia pun cukup ideal, mayoritas masih berada di rentang 22–30 tahun, yang menunjukkan bahwa Kemenekraf ingin meregenerasi birokrasinya dengan tenaga muda yang lebih inovatif dan gesit.

Baca Juga : Dorong Hemat BBM, Pengamat Usul ASN Wajib Gunakan Transportasi Umum

Menurut Sekretaris Kemenekraf Dessy Ruhati, komposisi ini sangat strategis karena usia muda dinilai lebih mudah menyerap perubahan, serta memiliki potensi besar untuk mencapai target Key Performance Indicator (KPI) Kemenekraf.

AI & Kolaborasi Jadi Prioritas

Riefky menegaskan bahwa tantangan zaman semakin kompleks, terlebih dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Tegaskan Larangan  ASN Minta THR, Wajib Lapor Jika Terima Gratifikasi

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda