HARIAN.NEWS – Pengakuan suap yang disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi. Menjadi sorotan publik Tanah Air, di tengah perjuangan menyuarakan aspirasi saat kondisi ekonomi Negara mulai tertekan.
Sejumlah pengamat melihat insiden dugaan suap terhadap pengurus BEM UBK tersebut sebagai potensi bentuk ‘represi halus’ atau cara kooptasi pihak tidak bertanggungjawab untuk melemahkan daya kritik mahasiswa dalam berdemokrasi.
Baca Juga : Mahasiswa Doktor UNJ Perkuat Literasi Kesehatan Digital Calon Guru di Malaysia
Pengakuan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdi. Yang menyebut menenerima sejumlah uang tersebut memicu desakan agar aktor intelektual dalam insiden tersebut diusut tuntas.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
