Logo Harian.news

Berlayar di Pantai Losari, Ikaprobsi Tetapkan Enam Agenda Bahasa Indonesia

Editor : Redaksi II Minggu, 09 Agustus 2026 09:31
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional Ikaprobsi yang berlangsung di Makassar. (Dok. Humas Unismuh)
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional Ikaprobsi yang berlangsung di Makassar. (Dok. Humas Unismuh)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR –Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Ikaprobsi) merumuskan enam rekomendasi untuk memperkuat pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan persaingan global.

Enam rekomendasi tersebut menjadi hasil akhir Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional Ikaprobsi yang berlangsung di Makassar, 7–9 Agustus 2026. Forum mengangkat tema “Peran Bahasa Indonesia pada Era Kompetisi Global”.

Baca Juga : Unismuh Makassar Perluas Jejaring Global, Jalin Kerja Sama dengan Kampus Korea dan Filipina

Rekomendasi dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal Ikaprobsi, Prof Dr Suhartono dari Universitas Negeri Surabaya, saat penutupan rangkaian kegiatan di atas kapal pinisi yang berlayar di perairan Pantai Losari, Sabtu (8/8/2026) malam.

Dalam rekomendasi pertama, Ikaprobsi menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan keanggotaan program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia sekaligus memperkuat peran organisasi dalam koordinasi dan penguatan akademik program studi.

“Penguatan tersebut mencakup standardisasi mutu, capaian pembelajaran lulusan, transformasi digital melalui learning management system (LMS), serta penyusunan pedoman pemanfaatan AI sebagai alat pendukung penguatan program studi,” ucap Prof Suhartono.

Baca Juga : Kuota Penuh, Unismuh Makassar Tutup Pendaftaran Tiga Prodi Favorit

Rekomendasi kedua berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi. Ikaprobsi mendorong kampus menjadi contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan, komunikasi di lingkungan kerja, dokumen resmi akademik, serta forum ilmiah nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Selanjutnya, pemerintah didorong menyusun peta jalan nasional pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Peta jalan tersebut diharapkan berorientasi pada pengembangan literasi peserta didik, kesadaran menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir dan kompetensi sosial-emosional peserta didik yang bermoral.

Baca Juga : Unismuh Makassar Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional Hasil Program KOSABANGSA Kemendiktisaintek

Rekomendasi keempat menyoroti internasionalisasi bahasa Indonesia. Ikaprobsi meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar melalui peningkatan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berpotensi memperkuat posisi bahasa Indonesia, termasuk dalam mendukung kemandirian pangan dan energi.

Ikaprobsi juga mendorong penyusunan skema kolaborasi antarorganisasi dan antaranggota untuk memperkuat bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, termasuk publikasi ilmiah yang mengutamakan bahasa Indonesia sebagai media komunikasi budaya dan pengembangan studi keilmuan.

Baca Juga : Program Sakura Science Dibuka, Mahasiswa Unismuh Berkesempatan Ikuti Pelatihan di Jepang

Rekomendasi keenam berupa dorongan agar lahir gerakan kampus untuk mengkritisi penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan media sosial.

Gerakan tersebut diharapkan dipelopori program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia melalui diskusi, pembelajaran, kajian, serta penelitian yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Ikaprobsi menegaskan, gerakan tersebut tidak sebatas menemukan kesalahan penggunaan bahasa, tetapi juga menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan kebahasaan yang berkembang di masyarakat.

Enam rekomendasi itu dituangkan dalam dokumen resmi Ikaprobsi yang ditandatangani Ketua Umum Ikaprobsi Prof Dr Sarwiji Suwandi, MPd, dan Sekretaris Jenderal Prof Dr Suherli Kusmana, MPd.

Dorong Hymne Bahasa Indonesia

Pada penutupan kegiatan, Ketua Panitia Rakernas X dan Seminar Internasional Ikaprobsi, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan di Makassar.

Prof Andi Sukri yang juga Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dan Ketua Ikaprobsi Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unismuh Makassar dan Ikaprobsi wilayah sebagai penyelenggara.

“Kami memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama rangkaian kegiatan berlangsung,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Andi Sukri mengusulkan agar setiap kegiatan Ikaprobsi ke depan membiasakan menyanyikan “Hymne Bahasa Indonesia”.

Usulan itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan sebelum Ketua Umum Ikaprobsi Prof Dr Sarwiji Suwandi menutup seluruh rangkaian Rakernas X dan Seminar Internasional Ikaprobsi.

Dari atas pinisi yang bergerak di perairan Pantai Losari, rangkaian kegiatan kemudian berakhir.

Para peserta selanjutnya kembali ke kampus masing-masing dengan membawa enam agenda yang menyoroti penguatan mutu program studi, pemanfaatan AI, pembenahan pembelajaran, internasionalisasi bahasa, penguatan riset dan kolaborasi, serta penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : unismuh
KomentarAnda