Ironi ‘Kabupaten Layak Anak’, Kasus Kekerasan Seksual di Sinjai Malah Marak

HARIAN.NEWS, SINJAI – Ironi terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Meski berstatus sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), angka kasus kekerasan terhadap anak justru menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Hingga April 2025, Polres Sinjai sudah menangani sedikitnya 20 laporan terkait Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), mayoritas kasus kekerasan seksual.

“Sepanjang tahun 2025 ini, hingga bulan April, ada 20 laporan kekerasan seksual terhadap anak,” ungkap Kepala Unit PPA Polres Sinjai, Irman Mustafa, saat ditemui harian.news di ruang kerjanya, Senin (28/4/2025).

Irman membeberkan, salah satu kasus terbaru melibatkan seorang paman yang tega menyetubuhi keponakannya sendiri di Kecamatan Sinjai Selatan.

Pelaku berinisial AN sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Mirisnya, kasus seperti ini dinilai baru sebagian kecil yang terungkap. Pemerhati anak di Kabupaten Sinjai, Mirfayani Mirsal, mengaku sedih melihat fenomena ini.

Ia menyebut, masih banyak korban yang memilih bungkam karena takut atau malu.

“Banyak anak korban kekerasan seksual yang tidak berani melapor. Yang ketahuan ini baru sebagian. Sosialisasi sebenarnya sudah ada, tapi partisipasi aktif masyarakat dan keluarga yang masih kurang,” ujar Mirfayani.

Mirfayani menegaskan, untuk mencegah kekerasan terhadap anak, tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Semua lapisan masyarakat, terutama orang tua, harus terlibat aktif menjaga dan mengawasi anak-anak.

“Kadang orang tua abai. Anak belum pulang sampai jam 10 malam pun dibiarkan. Harusnya ada perhatian ekstra,” katanya.

Ia juga mendorong pembentukan tim khusus di tingkat desa dan kelurahan, yang melibatkan masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah agar lebih efektif dalam melakukan pencegahan.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi soal maraknya kasus kekerasan terhadap anak, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sinjai, Drs. Janwar, MH, belum bisa memberikan banyak komentar.

“Mohon maaf, saat ini kami sedang mengikuti Verifikasi Lapangan (Verlap) Kabupaten Layak Anak secara hybrid dengan Kementerian PPPA. Secepatnya kami jawab,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Drs.Janwar, Kepala Dinas P3AP2KB Sinjai ||handover

Sebagai informasi, Kabupaten Sinjai sebelumnya berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama pada 29 Juli 2021.

Sayangnya, predikat ini kini tercoreng dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Fenomena ini menjadi tamparan keras bahwa predikat saja tidak cukup. Perlindungan nyata bagi anak-anak Sinjai kini menjadi PR besar bagi semua pihak. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : IRMAN BAGOES