Kemenhaj: Bayar Dam Haji Wajib Resmi, Waspadai Penipuan Berkedok Murah

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan peringatan tegas menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M: seluruh pembayaran dam wajib dilakukan melalui jalur resmi. Langkah ini diambil untuk melindungi jemaah dari maraknya modus penipuan berkedok layanan dam murah, cepat, dan mudah.
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menjamin keabsahan pembayaran, tetapi juga menghormati keberagaman pandangan fikih yang dianut jemaah.
“Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih terkait pelaksanaan dam. Jemaah diberikan ruang untuk menjalankan keyakinan fikih yang diyakini masing-masing, sepanjang dilakukan melalui mekanisme yang benar, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Suci dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2026).
Tiga Opsi Sah Pembayaran Dam Haji 2026
Kemenhaj membuka tiga jalur resmi yang dapat dipilih jemaah sesuai keyakinan fikihnya:
1. Pembayaran di Arab Saudi via Adahi Project
Bagi jemaah yang meyakini dam hanya sah dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah memfasilitasi melalui Adahi Project—satu-satunya lembaga resmi yang dilegalkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
2. Pembayaran di Indonesia
Jemaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di tanah air dipersilakan membayar melalui mekanisme resmi yang ditetapkan pemerintah setelah kembali dari Tanah Suci.
3. Puasa Badal
Sebagai alternatif, jemaah juga dapat menjalankan puasa sebagai pengganti dam sesuai ketentuan fikih yang diyakini.
Hingga Minggu (17/5/2026), tercatat 70.758 jemaah telah menyelesaikan kewajiban dam melalui ketiga mekanisme tersebut.
Waspada! Oknum Nakal Mulai Beraksi
Kemenhaj memberikan peringatan keras terhadap modus penipuan yang kian marak. Oknum-oknum tidak bertanggung jawab mulai menawarkan jasa pembayaran dam melalui:
– Pesan singkat (SMS/WhatsApp)
– Media sosial
– Tawaran langsung di lokasi
– Janji harga murah, cepat, dan mudah
“Khusus bagi jemaah yang memilih melaksanakan dam di Arab Saudi, kami mengimbau agar pembayaran dilakukan melalui Adahi Project. Ini penting agar prosesnya resmi, transparan, dan melindungi jemaah dari risiko penipuan maupun penyalahgunaan dana,” tegas Suci.
Dam bukan sekadar transaksi, melainkan bagian integral dari kepastian ibadah. Kesalahan dalam pelaksanaan dapat berdampak pada sah tidaknya rangkaian ibadah haji.
Data Operasional Haji 1447 H/2026 M
|
Indikator
|
Jumlah
|
|---|---|
|
Kloter diberangkatkan
|
450 kloter
|
|
Total jemaah berangkat
|
173.928 orang
|
|
Petugas haji
|
1.796 orang
|
|
Jemaah tiba di Jeddah (gelombang II)
|
65.603 orang (171 kloter)
|
|
Jemaah tiba di Makkah
|
168.106 orang (435 kloter)
|
|
Jemaah haji khusus tiba di Makkah
|
11.960 orang
|
Menjelang Armuzna: Jaga Stamina, Ikuti Arahan Petugas
Memasuki fase kritis Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi terus mematangkan persiapan. Mulai dari finalisasi data manifest jemaah, pemetaan pergerakan, transportasi, tenda, konsumsi, hingga layanan kesehatan.
Suci memberikan pesan khusus bagi seluruh jemaah:
“Kami mengimbau jemaah mulai menghemat energi dan menjaga kondisi fisik. Batasi aktivitas yang tidak mendesak, hindari paparan panas berlebihan, cukup minum, makan teratur, istirahat yang cukup, dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan.”
Bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta, koordinasi intensif dengan petugas kesehatan, ketua regu, dan ketua rombongan sangat dianjurkan.
Menutup keterangannya, Suci menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas haji yang bekerja tanpa henti mendampingi jemaah di setiap fase layanan.
“Terima kasih juga kepada seluruh jemaah yang terus menjaga kedisiplinan, kebersamaan, dan mengikuti arahan petugas dengan baik. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kelancaran, perlindungan, dan meraih haji mabrur,” pungkas Suci. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG