Logo Harian.news

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pembicara Utama di World Health Summit di India, Paparkan Konsep ABG Dapat Apresiasi Peserta

Editor : Redaksi Jumat, 25 April 2025 23:51
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pembicara Utama di World Health Summit di India, Paparkan Konsep ABG Dapat Apresiasi Peserta

HARIAN.NEWS, NEW DELHI – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), Taruna Ikrar, tampil sebagai pembicara utama dalam World Health Summit (WHS) Regional Meeting yang diselenggarakan di New Delhi, India, Jumat 25 April 2025.

Dalam kesempatan ini, Taruna memaparkan inovasi sistem regulatori BPOM serta mengangkat konsep kolaborasi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah (ABG) sebagai strategi penguatan sektor kesehatan.

Dalam sesi Sharing Best Practices: Reliance and Convergence, Taruna menjelaskan bagaimana BPOM menerapkan skema reliance untuk mempercepat proses registrasi obat melalui kerja sama dengan regulator global seperti WHO, EMA, dan ASEAN.

Baca Juga : Dari Pangan Sehat Sukseskan Program MBG ke Obat Herbal: Pertemuan Taruna Ikrar dan Amran Sulaiman Perkuat Kemandirian Nasional

Hasilnya, waktu evaluasi registrasi obat berhasil dipangkas dari 120 menjadi 90 hari kerja—tanpa kompromi pada aspek mutu, keamanan, dan efikasi.

Beberapa produk yang telah mendapat izin edar melalui skema ini antara lain Dengvaxia, Qdenga, Perjeta, serta obat untuk malaria dan penyakit autoimun.

Taruna juga menegaskan pentingnya akses terhadap obat inovatif seperti advanced therapy medicinal products (ATMP) dan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kapasitas nasional.

Baca Juga : Taruna Ikrar Kepala BPOM Dorong UMKM Kosmetik Bersaing Global, Potensi Ekonomi hingga Rp 158 Triliun per Tahun

“Konsep ABG menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi dan efisiensi dalam sistem kesehatan,” ujarnya.

Dalam sesi High-Level Panel Discussion, Taruna menyampaikan presentasi pembuka berjudul “Challenges in Expedited Approval of COVID-19 Pandemic Vaccines: BPOM Experience”, yang mengulas langkah BPOM dalam mempercepat persetujuan vaksin selama pandemi.

Konsep ABG yang diangkat Taruna mendapatkan apresiasi tinggi dari peserta dunia. Adam Hacker, Director and Global Head of Regulatory and Quality CEPI, menyebut pendekatan tersebut sebagai terobosan penting yang layak diadopsi secara global.

Baca Juga : Indonesia–Singapura Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM RI Terima Apresiasi WHO Listed Authority dan HUT ke-25

“Konsep ini harus ditransformasikan ke tingkat internasional,” kata Hacker.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : BPOM
KomentarAnda