HARIAN.NEWS, MALAYSIA – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi kesehatan digital terus dikembangkan melalui kolaborasi akademik lintas negara.
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional di Malaysia dengan melibatkan mahasiswa Institute of Teacher Education Malaysia (IPGM).
Baca Juga : Heboh Pengakuan Suap Ketua BEM Fakultas Hukum UBK
Kegiatan bertajuk “Low-Cost Digital Health Promotion Model for Teacher Education Students in Malaysia” ini dirancang untuk membekali calon pendidik dengan kemampuan memahami informasi kesehatan, memanfaatkan teknologi digital, serta menjadi penggerak promosi kesehatan di lingkungan pendidikan.
Program tersebut mengangkat tema Empowering Future Educators through Health Literacy, Digital Technology Utilization, and Sustainable Learning Environment Development. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas mahasiswa menghadapi tantangan era digital, terutama maraknya informasi kesehatan yang belum terverifikasi dan kebutuhan akan media edukasi yang mudah diakses.
Tim pengabdian yang terdiri dari dr. Sofia, M.K.M., Rima Kusumah Dewi, S.ST., M.Keb., M.I.Kom., dr. Siti Habibah Zein, M.Kes., Malahayati, S.E., M.Ak., dan Sudarlin Yusuf, S.H., M.I.Kom. menggabungkan berbagai perspektif keilmuan, mulai dari kesehatan masyarakat, komunikasi, manajemen hingga pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga : Ketua BEM FH UBK Mengaku Diberi Uang Agar Tidak Demo
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Health Communication dan Sustainable Learning Environment (SLE). Peserta diajak mengidentifikasi persoalan kesehatan yang mereka temui, mulai dari kesulitan memperoleh informasi yang akurat hingga tantangan penggunaan teknologi sebagai sarana edukasi.
Melalui metode Metaplan-Based Participatory Brainstorming, mahasiswa IPGM terlibat aktif dalam menyusun gagasan dan solusi. Mereka kemudian mendapatkan pembekalan terkait gaya hidup sehat, kemampuan memilah informasi kesehatan digital, bahaya misinformasi, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam penyebaran pesan kesehatan.
Pada sesi lokakarya, peserta juga dilatih menggunakan platform digital yang mudah dijangkau seperti Canva Education dan ChatGPT untuk membuat materi promosi kesehatan dalam bentuk infografis. Pendekatan tersebut dirancang agar calon guru mampu menghasilkan konten edukasi yang kreatif tanpa membutuhkan biaya besar.
Dari proses kegiatan tersebut, ditemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi generasi muda, di antaranya rendahnya pemahaman terhadap literasi kesehatan digital, kesenjangan pemanfaatan teknologi, hingga belum optimalnya penggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian memperkenalkan konsep Low-Cost Digital Health Promotion Model, sebuah model yang mengintegrasikan literasi kesehatan, literasi digital, dan lingkungan pembelajaran berkelanjutan.
Model tersebut diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya menjadi pengguna informasi kesehatan, tetapi juga mampu berperan sebagai health ambassador di lingkungan kampus, sekolah, maupun masyarakat.
Baca Juga : Mahasiswa Jawa Tengah Gaungkan Reformasi Jilid 2
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UNJ dalam memperluas kerja sama akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat di era transformasi digital. (ASW)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
