Nyepi dan Ramadan Sumber Inspirasi

Nyepi dan Ramadan Sumber Inspirasi

HARIAN.NEWS, MAKASSAR —Perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu jatuh bersamaan dengan akhir Ramadan 2025.

Sebuah kearifan lokal tradisi di Bali dan beberapa wilayah masih konsisten diterapkan sebagai sumber inspirasi menciptakan kesadaran penyelamatan lingkungan ” Silent Day ”.

Aktivitas manusia dihentikan selama 24 jam. Tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak mencari kesibukan, dan tidak mencari hiburan.

Sebuah momen refleksi dan introspeksi yang secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Ramadan adalah bulan suci penuh berkah, mewajibkan umat muslim di seluruh dunia berpuasa selama sebulan sejak terbit fajar hingga magrib.

Bulan kesabaran, memantau perilaku dalam meningkatkan idadah, tidak makan tidak minum, ajang berbagi, sedekah dan menjaga lisan, iman untuk menahan diri tetap istiqomah menjalankan perintah, menjauhi larangan, mendekatkan diri kepadaNya.

Jangan menjadikan puasa sebagai kegiatan pesta kuliner di balut tarekat. Kenapa? Tidak dapat disangkal fenomena yang terjadi di masyarakat hanya berfokus pada persoalan makan sahur, buka bersama, lebaran nanti masak apa?

Hal tersebut berulang tanpa diketahui tujuannya. Bulan latihan jangan sampai sebatas wacana, berhasil selama 30 hari puasa namun kalah di sebelas bulan berikutnya.

Berkah bulan pengampunan yang bisa dirasakan adalah peningkatan ekonomi masyarakat.

Tidak ada masalah sepanjang peningkatan dalam spritual juga lebih mencerdaskan. Dan kembali fitri.

Lahir menjadi manusia yang meningkat ketakwaannya. Tidak terbelenggu dan melekat oleh urusan dunia, mementingkan diri dan kepekaan keimanan tergerus.

Dua hari raya besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan ini, jika direnungkan lebih dalam dapat memberi arti penjagaan diri sendiri dibutuhkan oleh manusia.

Hingar-bingar duniawi selama ini membuat kita sibuk, gelisah akan hari esok, berusaha memastikan semua berjalan dengan lancar.

Ramadan dan Nyepi membantu manusia untuk lebih pasrah, berserah, dan sejenak melepaskan kemelekatan terhadap dunia.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)