HARIAN.NEWS, MAKASSAR —Perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu jatuh bersamaan dengan akhir Ramadan 2025.
Sebuah kearifan lokal tradisi di Bali dan beberapa wilayah masih konsisten diterapkan sebagai sumber inspirasi menciptakan kesadaran penyelamatan lingkungan ” Silent Day ”.
Baca Juga : Ketika Kekerasan Menjadi Bahasa Politik, Kata-Kata Pun Menjadi Ancaman Nyata
Aktivitas manusia dihentikan selama 24 jam. Tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak mencari kesibukan, dan tidak mencari hiburan.
Sebuah momen refleksi dan introspeksi yang secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi kehidupan.
Ramadan adalah bulan suci penuh berkah, mewajibkan umat muslim di seluruh dunia berpuasa selama sebulan sejak terbit fajar hingga magrib.
Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan
Bulan kesabaran, memantau perilaku dalam meningkatkan idadah, tidak makan tidak minum, ajang berbagi, sedekah dan menjaga lisan, iman untuk menahan diri tetap istiqomah menjalankan perintah, menjauhi larangan, mendekatkan diri kepadaNya.
Jangan menjadikan puasa sebagai kegiatan pesta kuliner di balut tarekat. Kenapa? Tidak dapat disangkal fenomena yang terjadi di masyarakat hanya berfokus pada persoalan makan sahur, buka bersama, lebaran nanti masak apa?
Hal tersebut berulang tanpa diketahui tujuannya. Bulan latihan jangan sampai sebatas wacana, berhasil selama 30 hari puasa namun kalah di sebelas bulan berikutnya.
Baca Juga : Unismuh Makassar Apresiasi Pemenang Lomba Video Ramadan, Ini Daftar Juara
Berkah bulan pengampunan yang bisa dirasakan adalah peningkatan ekonomi masyarakat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

