Semangat Kebangsaan Seniman Legendaris Titiek Puspa

Semangat Kebangsaan Seniman Legendaris Titiek Puspa

HARIAN.NEWS – Artis serba bisa itu telah pergi, meninggalkan kenangan dan menyisakan pelajaran hidup bahwa betapa bangga ia menjadi orang Indonesia.

Sehingga seluruh jiwa raga ia persembahkan untuk negeri tercinta melalui lagu-lagu ciptaannya. Sebagai seorang penyanyi, ia dikenang dari generasi ke generasi.

Selalu tanyakan pada diri apa yang bisa dilakukan untuk negeri tercinta, setidaknya untuk perbaikan kualitas diri. Tetap semangat jangan pernah kendor, jujur merupakan sebuah keharusan.

Tidak hanya menghadirkan karya yang menghibur, potret sosial Indonesia sangat kental dalam kesehariannya.Tertuang melalui syair-syair disetiap karyanya, semangat itu terus dikobarkan. Sisanya biar menjadi kehendak alam semesta.

Terkait psikologi bangsa akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Bukan menyimpulkan terlalu cepat, namun tergambar dari perilaku para bedebah.

Tentang korupsi pejabat tinggi negara, kekerasan seksual yang dilakukan seorang dokter juga polisi, gejolak bursa saham akibat kebijakan Trump, kebijakan kontroversi pemerintah, dsb.

Rupanya jendela informasi bukan hanya menciptakan keresahan sosial namun sudah menyentuh ranah psikologis individu masyarakat terlalu dalam.

Persoalan bangsa bukan hanya milik pemimpin, tapi milik kita semua. Betapa kuatnya negara ini jika seluruh elemen bangsa bersatu dan maju. Mampu menjawab tantangan, mundur selangkah untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan.

Bukan melangkah satu, malah mundur tiga langkah. Fakta tersebut membuat kita bertanya-tanya, jika terus begitu kapan kita unggul dan mencapai Indonesia emas?

Efisensi tapi tidak efisien. Seharusnya efiensi dilakukan agar semakin lincah dan ramping justru sebaliknya, membuat program tidak berjalan dan menciptakan jutaan pengangguran di tengah krisis ekonomi.

Orang-orang baik dipinggirkan orang-orang bermasalah justru dipelihara. Kita juga melihat orang-orang mencari cara keluar dari peraturan agar bisa menyimpang dari aturan dengan menciptakan aturan baru.

Hasilnya tidak menjadikan lebih baik, karena biaya membuat aturan sangat besar sekali ujung-ujungnya aturan menjadi bertambah banyak tanpa bisa dilaksanakan dengan maksimal.

Religius tapi tidak menjalankan perintah religinya masing-masing. Meninggal masuk neraka atau jos kesurga biar menjadi hak prerogatif Tuhan, itu soal nanti yang penting urusan lancar.

Menurut psikolog klinis UGM, Pamela Andarni mengatakan, paparan berita buruk terus menerus dari gawai seseorang bisa memicu ketegangan psikologis menyebakan kecemasan, stres bahkan depresi.

Kehilangan semangat dan merasa tidak berdaya ( learned helplessness), tidak mampu mengubah situasi sebenarnya bisa.

Sejalan dengan pesan Titiek Puspa untuk para pemuda dan penerus, cintai negeri kita yang indah permai agar dimampukan bangkit dari keterpurukan.

Jaga Indonesia dengan semangat dan kejujuran serta tetap waras dan tangguh. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)