HARIAN.NEWS – Artis serba bisa itu telah pergi, meninggalkan kenangan dan menyisakan pelajaran hidup bahwa betapa bangga ia menjadi orang Indonesia.
Sehingga seluruh jiwa raga ia persembahkan untuk negeri tercinta melalui lagu-lagu ciptaannya. Sebagai seorang penyanyi, ia dikenang dari generasi ke generasi.
Baca Juga : Ketika Kekerasan Menjadi Bahasa Politik, Kata-Kata Pun Menjadi Ancaman Nyata
Selalu tanyakan pada diri apa yang bisa dilakukan untuk negeri tercinta, setidaknya untuk perbaikan kualitas diri. Tetap semangat jangan pernah kendor, jujur merupakan sebuah keharusan.
Tidak hanya menghadirkan karya yang menghibur, potret sosial Indonesia sangat kental dalam kesehariannya.Tertuang melalui syair-syair disetiap karyanya, semangat itu terus dikobarkan. Sisanya biar menjadi kehendak alam semesta.
Terkait psikologi bangsa akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Bukan menyimpulkan terlalu cepat, namun tergambar dari perilaku para bedebah.
Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan
Tentang korupsi pejabat tinggi negara, kekerasan seksual yang dilakukan seorang dokter juga polisi, gejolak bursa saham akibat kebijakan Trump, kebijakan kontroversi pemerintah, dsb.
Rupanya jendela informasi bukan hanya menciptakan keresahan sosial namun sudah menyentuh ranah psikologis individu masyarakat terlalu dalam.
Persoalan bangsa bukan hanya milik pemimpin, tapi milik kita semua. Betapa kuatnya negara ini jika seluruh elemen bangsa bersatu dan maju. Mampu menjawab tantangan, mundur selangkah untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan.
Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan
Bukan melangkah satu, malah mundur tiga langkah. Fakta tersebut membuat kita bertanya-tanya, jika terus begitu kapan kita unggul dan mencapai Indonesia emas?
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

