Ssst, Nonton Maksiat Digital Saat Puasa, Apakah Langsung Batal?

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Ramadan adalah bulan penuh berkah yang dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Namun, di era digital saat ini, ada kebiasaan yang tanpa disadari bisa mengurangi nilai puasa, bahkan membatalkannya.
Salah satunya adalah menonton maksiat digital atau konten tidak senonoh di media sosial atau platform streaming.
Seiring berkembangnya teknologi, akses terhadap berbagai jenis hiburan semakin mudah.
Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengisi waktu menunggu berbuka dengan menonton video atau film yang mengandung unsur pornografi atau erotisme.
Hal ini bisa memicu timbulnya syahwat, yang dalam kondisi tertentu dapat membatalkan puasa.
Menurut para ulama, puasa menjadi batal jika seseorang sengaja melakukan sesuatu yang menyebabkan keluarnya sperma, seperti menonton dengan penuh kesengajaan hingga terangsang.
Syekh Khatib Asy-Syirbini dalam kitabnya Al-Iqna’ Fi Halli Alfadz Abi Syuja’ menjelaskan bahwa keluarnya sperma akibat kontak langsung dengan lawan jenis, seperti berciuman tanpa penghalang, membatalkan puasa.
Namun, jika keluar sperma akibat melihat atau membayangkan sesuatu tanpa kontak fisik, maka puasanya tetap sah, meskipun hal itu mengurangi nilai ibadah.
Pendapat ini juga didukung oleh Imam An-Nawawi yang menegaskan bahwa esensi puasa adalah menahan diri dari berbagai syahwat.
Artinya, meskipun tidak sampai membatalkan puasa, menonton konten-konten tidak senonoh tetap dapat mengurangi pahala dan merusak hikmah dari ibadah ini.
“Guys, puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari hal-hal yang bisa merusak esensi ibadah kita. Jangan sampai Ramadan kita berlalu tanpa perubahan diri yang lebih baik,” ujar Ustaz Andy Satria, seorang dai muda di Bulukumba kepada harian.news, Selasa (4/3/25).
Ia juga mengingatkan agar umat Islam lebih bijak dalam menggunakan gadget selama Ramadan.
“Nonton konten tak senonoh? Duh, auto bocor deh pahalanya! Jadi, yuk, bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial selama Ramadan. Fokus pada hal-hal positif, seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan tausiyah, atau nonton video inspiratif yang bikin iman makin naik level!” tambahnya.
Jadi, sebelum menghabiskan waktu dengan menonton sesuatu di smartphone, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: Apakah ini membawa manfaat atau justru mengurangi pahala puasa kita?
Ramadan hanya datang sekali dalam setahun, Jadi, mari kita jaga kran pahala kita tetap mengalir deras tanpa gangguan.
Hindari hal-hal negatif yang bisa merusak kemurnian ibadah puasa kita. Ingat, setiap detik di bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri. Stay mindful, stay blessed!
Wallahu a’lam bish shawab. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News