Pendapat ini juga didukung oleh Imam An-Nawawi yang menegaskan bahwa esensi puasa adalah menahan diri dari berbagai syahwat.
Artinya, meskipun tidak sampai membatalkan puasa, menonton konten-konten tidak senonoh tetap dapat mengurangi pahala dan merusak hikmah dari ibadah ini.
Baca Juga : Unismuh Makassar Apresiasi Pemenang Lomba Video Ramadan, Ini Daftar Juara
“Guys, puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari hal-hal yang bisa merusak esensi ibadah kita. Jangan sampai Ramadan kita berlalu tanpa perubahan diri yang lebih baik,” ujar Ustaz Andy Satria, seorang dai muda di Bulukumba kepada harian.news, Selasa (4/3/25).
Ia juga mengingatkan agar umat Islam lebih bijak dalam menggunakan gadget selama Ramadan.
“Nonton konten tak senonoh? Duh, auto bocor deh pahalanya! Jadi, yuk, bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial selama Ramadan. Fokus pada hal-hal positif, seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan tausiyah, atau nonton video inspiratif yang bikin iman makin naik level!” tambahnya.
Baca Juga : Sepuluh Malam Terakhir Ramadan, FK UMI Gelar I’tikaf Bersama di Masjid Menara UMI
Jadi, sebelum menghabiskan waktu dengan menonton sesuatu di smartphone, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: Apakah ini membawa manfaat atau justru mengurangi pahala puasa kita?
Ramadan hanya datang sekali dalam setahun, Jadi, mari kita jaga kran pahala kita tetap mengalir deras tanpa gangguan.
Hindari hal-hal negatif yang bisa merusak kemurnian ibadah puasa kita. Ingat, setiap detik di bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas diri. Stay mindful, stay blessed!
Baca Juga : PCNA Minasa Upa Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama, Usung Semangat “Muslimah Berdaya”
Wallahu a’lam bish shawab. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

