Tidak Ada Ruang Aman Bagi Perempuan

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kasus pelecehan seksual kali ini datang dari dunia medis, dilakukan oleh seorang dokter rumah sakit ternama dan kejadian ini kembali membuktikan ruang aman bagi perempuan nyaris tidak ada.
Profesi yang dianggap punya kasta tertinggi di masyarakat tidak lebih hanya sebuah jargon.
Tega merusak masa depan pasien karena persoalan syahwat. Pendidikan dan kesadaran yang didapat tentang pentingnya rasa kemanusiaan, empati, kontrol diri, kepedulian seakan sirna oleh nafsu sesaat.
Apapun alasan yang mendasari untuk pembenaran atas kelakuan keji yang telah dilakukan tidak akan ditolerir.
Bahwa dokter adalah seorang manusia biasa tidak luput dari khilaf, benar, namun ada perilaku menyimpang yang salah dengan dirinya, dan segera sadar diri, sedang membutuhkan perawatan serius keluar dari pikiran kotor sebagai “dokter sakit”.
Mungkinkah orang hilang kewarasan bisa menyadari diri sakit? Sungguh problematik. Maka, efek jera, mendekam di penjara wajib dikenakan sebagai konsekwensi atas perbuatan jahatnya.
Sudah semestinya ruang aman bagi perempuan menjadikan isu sangat penting yang harus diwujudkan.
Melindungi perempuan dari kekerasan fisik, seksual, atau emosional. Agar dapat membantu membangun rasa aman dan percaya diri meraih impian, sebagai pribadi mandiri.
Korban harus didampingi psikolog dalam proses penyembuhan akibat luka dan trauma yang dialami.
Tidak mudah menghadapi tantangan dalam menciptakan ruang aman, namun wajib dilakukan, lebih cepat lebih baik.
Setidaknya perbaikan insfrastruktur yang berpihak terus ditingkatkan sebagai sebuah kebijakan.
Sebab, kebijakan yang tidak mendukung semakin membuat sulit menciptakan ruang aman bagi perempuan.
Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan kondisi yang tenteram dan meyakinkan adalah faktor pendukung kuat, kalau tidak maka keluarga akan selalu dibayangi kekhawatiran tentang keselamatan anaknya di jalan, di sekolah, di ruang publik.
Para korban harus berani speak up. Melapor ke pihak berwajib, atas peristiwa kekerasan atau pelecehan yang dialami. Jikalau sampai tidak ditangani oleh aparat, bagikan melalui medsos.
Pendampingan adalah solusi yang paling efektif menjaga keselamatan, setidaknya memastikan keamanan dan memperketat kontrol. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)