HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pengganti Nanik S Deyang, Sudaryono. Menjelaskan beberapa upaya yang dilakukannya di masa 100 hari pertama ia menjabat.
Dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan, 29 Oktober 2026. Kepala BGN Sudaryono mengaku menemukan banyak penyimpangan di masa kepemimpinan sebelumnya.
Baca Juga : Prabowo Akui MBG Ada Kekurangannya
Sudaryono dengan tegas mengatakan kepemimpinannya saat ini, beberapa hal yang dinilai melenceng di tubuh BGN akan dibenahinya secara total.
“Maka di era kita sekarang itu kita bersihkan semua. Tidak peduli dengan yayasan itu punya siapa, selama yayasan itu tidak berperan, kita bersihkan semua,” tegasnya.
Ia kemudian menyinggung beberapa pengadaan yang dinilai tidak jelas, tidak sesuai tujuan dibentuknya badan yang menangani program MBG tersebut, seperti kaus kaki hingga sprei.
Baca Juga : 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kemudian yang ramai adalah pengadaan yang nggak jelas, kaus kaki diadakan, sprei lah, inilah, itulah, nggak masuk akal semua,” geramnya.
Tidak hanya itu, dalam keterangannya, pihaknya saat ini telah membatalkan pengadaan LED yang nilain anggarannya cukup fantastis sebesar Rp 535,3 miliar.
Ia juga menegaskan tidak segan-segan melakukan pemecatan terhadap pejabat di lingkungan yang yang tidak mematuhi aturan.
Baca Juga : Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bareng AIA dan Burhanuddin Andi
Sudaryono menyebut BGN yang dipimpinnya saat ini telah menutup 2 ribu dapur MBG, yang terbukti melanggar aturan. Ia dengan tegas mengatakan tidak ada toleransi terhadap pihak pelanggar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
