HARIAN.NEWS – Meraih medali emas di tingkat nasional mungkin menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang pelajar. Namun, bagi Farhana Najma Hamida Anshar, siswi kelas VII SMP Negeri 6 Makassar, prestasi bukan sekadar soal piala atau nilai di atas kertas.
Ia punya cara sendiri untuk membuat prestasinya lebih berarti: mengajak teman-temannya melakukan satu kebaikan setiap hari.
Siswi yang akrab disapa Hana ini merupakan calon Duta Siswa Indonesia 2027. Di usianya yang masih muda, Hana sudah mengoleksi sejumlah prestasi akademik, mulai dari bidang sains hingga bahasa Inggris. Namun, ada satu hal yang membuat profilnya menarik: ia ingin membuktikan bahwa pelajar tidak harus menunggu dewasa untuk membawa perubahan.
Hana mengusung gagasan SAHABAT, singkatan dari Satu Hari, Satu Aksi Baik. Gagasannya sederhana, yakni mengajak setiap siswa melakukan satu kebaikan kecil setiap hari, mulai dari membantu teman yang kesulitan belajar, berbagi buku, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Ketertarikan Hana pada dunia pendidikan sudah terlihat sejak sekolah dasar. Pada 2024, ia meraih medali emas bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam Ajang Prestasi Akademik Nasional (APAN).
Setahun kemudian, ia kembali meraih Gold Medal pada babak final Mentari English Competition (MEC) 2025 tingkat nasional.
Hana juga mengikuti Kompetisi Indonesia Hebat (KIH) Season 15 tingkat nasional dalam tiga bidang sekaligus, yaitu IPA, Matematika, dan bahasa Inggris. Pada 2025, ia turut meraih penghargaan 1st Honorable Mention dalam Mentari English Competition untuk kategori Elementary School Level 3.
Memasuki jenjang SMP, prestasinya terus berlanjut. Pada 2026, Hana meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat Umum INNER 2026 tingkat Kota Makassar yang diselenggarakan di SMP Telkom Makassar.
Namun, kehidupan Hana di sekolah bukan hanya tentang belajar dan mengikuti kompetisi. Sebagai Wakil Ketua Kelas VII G, ia juga belajar leadership dengan berkolaborasi dengan teman-temannya mengerjakan project bersama.
Salah satu hasilnya terlihat ketika kelas mereka berhasil meraih Juara III Lomba Paduan Suara SMP Negeri 6 Makassar pada 2026, meskipun kelas tersebut baru terbentuk sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya.
Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan Hana dalam memahami arti kepemimpinan. Baginya, bekerja sama dan saling mendukung merupakan hal penting, bukan hanya untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga untuk membangun pertemanan yang baik.
Semangat itulah yang ingin ia bawa melalui gagasan SAHABAT. Program ini memiliki tiga kegiatan utama, yaitu Sahabat Peduli, Sahabat Literasi, dan Sahabat Lingkungan. Melalui Sahabat Peduli, siswa diajak lebih peka terhadap teman yang kesepian atau kesulitan belajar.
Sahabat Literasi mendorong kebiasaan berbagi buku dan belajar bersama, termasuk berlatih bahasa Inggris. Sementara Sahabat Lingkungan mengajak siswa menjaga kebersihan kelas dan mengurangi sampah plastik.
Hana percaya, kebaikan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Terkadang, menemani teman yang sedang kesulitan atau mengingatkan teman untuk menjaga kebersihan kelas sudah menjadi langkah berarti jika dilakukan secara konsisten.
Di luar kegiatan sekolah, Hana juga gemar menggambar, menyanyi, memasak, dan bermain bulutangkis. Ia mengikuti ekstrakurikuler bulutangkis di sekolah. Ketertarikannya pada bahasa Inggris pun terus dikembangkan melalui program High Flyers pada 2021 dan Trailblazers pada 2023 di EF English First Makassar.
Ke depan, Hana bercita-cita menjadi dokter. Kecintaannya pada sains dan keinginannya membantu orang lain menjadi bagian dari alasan di balik cita-cita tersebut.
Bagi Hana, menjadi pelajar berprestasi bukan berarti hanya fokus mengejar nilai terbaik. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki bisa memberikan manfaat bagi orang di sekitarnya.
“Bagi saya, menjadi pintar bukan hanya soal nilai yang baik, tetapi tentang bagaimana ilmu kita bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Hana.
Kini, melalui pencalonannya sebagai Duta Siswa Indonesia 2027, Hana memiliki keinginan kuat memperkenalkan gagasan bahwa setiap pelajar punya kesempatan untuk melakukan perubahan, sekecil apa pun langkahnya.
(ASW)
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
