Logo Harian.news

Cemas atas Rafah Ditargerkan Israel, AS Hentikan Pengiriman Bom ke Israel

Editor : Rasdianah Rabu, 08 Mei 2024 11:33
Salah satu kamp warga Palestina hancur lebur oleh serangan Israel. Foto: ist
Salah satu kamp warga Palestina hancur lebur oleh serangan Israel. Foto: ist

HARIAN.NEWS – Amerika Serikat (AS) menghentikan pengiriman bom ke Israel sejak pekan lalu. Keputusan itu diambil lantaran AS khawatir atas rencana Israel menginvasi Rafah.

Keterangan itu disampaikan seorang pejabat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (7/5). Pejabat itu meminta namanya disamarkan. Namun dia adalah pejabat senior di pemerintahan Joe Biden.

“Kami menghentikan satu pengiriman senjata pada pekan lalu,” kata pejabat senior itu seperti dikutip dari AFP dari kumparan, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga : Jadi Pembicara di Qatar, Prabowo Ditanya Kenapa Ngebet Jadi Presiden

“Itu terdiri dari 907 kg bom dan 226 kg bom,” sambung dia.

Menurut dia, AS cemas bom itu akan dipakai untuk menyerang wilayah padat penduduk. Rafah, yang ditargetkan Israel, menampung kurang lebih satu juta pengungsi di Gaza.

Secara historis, AS adalah pendonor senjata terbesar bagi Israel. Akan tetapi pada April 2024, Biden memutuskan meninjau kembali bantuan persenjataan ke Israel.

Baca Juga : Pertama Kalinya, Joe Biden Sebut Bom AS Bunuh Warga Sipil tak Berdosa di Gaza

Itu disebabkan rencana Israel menyerang Rafah yang perlahan sudah dilakukan pada pekan ini. Gedung Putih sejak awal menolak rencana Israel menyerang Rafah karena tak memiliki rencana detail bagaimana melindungi warga sipil di sana.

Pada pekan ini, Israel meminta warga Gaza yang mengungsi di Rafah untuk angkat kaki. Zionis kemudian menyerang Rafah lewat udara dan tank.

Saat ini, perbatasan Rafah, yang dipakai sebagai pintu masuk bantuan, sudah dikuasai Israel.

Baca Juga : Dubes Palestina Sindir Sikap Joe Biden Setop Kirim Senjata ke Israel: Hanya untuk Politik

Tentara Israel menyebut operasi di Rafah pada pekan ini sebagai serangan yang ditargetkan.

Juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby telah mengetahui serangan Israel di Rafah itu. Kirby menyebut, serangan itu dilakukan dalam skala dan durasi terbatas.

“AS akan terus memantau pertempuran itu,” ucap Kirby.

Baca Juga : Setelah Setop Kirim Bom, Joe Biden Putuskan Hentikan Kirim Senjata ke Israel

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda