HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu saat melakukan sosialisasi mengenai ciri-ciri uang rupiah di Pasar Induk Minasa Saupa, Kabupaten Gowa, pada Senin, 23 Desember 2024.
Penemuan uang palsu ini menjadi bagian dari upaya BI untuk memberikan edukasi kepada pedagang mengenai cara mengenali uang asli dan mencegah peredaran uang palsu.
Baca Juga : Gandeng Trend Hijab Expo 2026, BI Gaungkan Ekosistem Modest Fashion Syariah di Sulsel
Tim BI Sulsel melakukan klarifikasi terhadap uang yang diragukan keasliannya oleh salah satu pedagang di pasar tersebut. Setelah diperiksa, terbukti bahwa uang tersebut palsu.
Muslimin, Pelaksana Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulsel, menjelaskan bahwa keaslian uang rupiah memang perlu diklarifikasi oleh pihak berwenang, seperti BI.
Uang palsu yang ditemukan adalah pecahan Rp100 ribu, dan dapat dengan mudah dikenali.
Baca Juga : Perkuat Literasi Syariah, Bank Indonesia Sulsel Gelar ToT dan Lomba Dakwah Ramadan 2026
“Jika diperhatikan, warna uang palsu cenderung buram dan tidak seterang warna uang asli. Bahkan tanpa alat bantu, uang palsu sudah bisa diketahui,” ujar Muslimin.
Selain perbedaan warna, tinta yang digunakan pada uang palsu juga lebih redup dibandingkan dengan uang asli. Muslimin menambahkan, ciri-ciri ini memudahkan masyarakat untuk membedakan antara uang asli dan palsu.
Melalui sosialisasi ini, BI berharap agar masyarakat semakin paham pentingnya mengenali ciri-ciri uang asli demi menghindari kerugian akibat peredaran uang palsu.
Baca Juga : BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
BI juga menegaskan bahwa hanya mereka yang dapat memverifikasi keaslian uang rupiah.
Selama sosialisasi, BI menjelaskan cara-cara mudah untuk memeriksa keaslian uang. Di antaranya adalah dengan memperhatikan warna uang yang terang dan jelas, meraba bagian tertentu yang terasa kasar pada nominalnya, serta menerawang uang untuk melihat gambar pahlawan dan gambar retroverso yang saling mengisi.
Muslimin juga menanggapi informasi yang beredar di media sosial tentang pengecekan uang dengan cara dibelah. “Itu tidak benar. Beberapa masyarakat yang datang ke BI mengklarifikasi uang yang telah mereka belah, dan ternyata itu uang asli,” jelas Muslimin.
Baca Juga : BI Sulsel Siapkan 120 Titik Lokasi Penukaran Uang Baru Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
Dengan sosialisasi ini, BI berharap masyarakat semakin waspada dan dapat mengenali uang yang beredar, serta mengurangi potensi kerugian akibat uang palsu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

