Hal senada diungkapkan Basri Daeng Nyonto, warga Mangnongkoki Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar.
” Stok air wajib selalu ada pada tanaman padi, hampir setiap hari kami kami harus memompa air agar kondisi padi tetap terjaga namun terkadang kami kalang kabut disebabkan BBM tidak tersedia, stok gas elpiji dominan disiapkan untuk kebutuhan rumah tangga, akibatnya kondisi tanaman padi kami sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya siang tadi (16/10).
Baca Juga : Krisis Air Bersih di Maiwa, Koramil Turun Bantu Warga
Kondisi ini masih melanda ribuan kaum tani yang mendiami Gowa dan Takalar
Semangat juang mereka untuk mendapatkan hasil panen sangat besar namun karena terkendala persediaan BBM untuk operasional mesin pompa dalam pemenuhan air ke sawah ladangnya menyebabkan kondisi tanaman padi kini terancam gagal. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
