HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, memprediksi penggunaan listrik masyarakat di moment Natal Tahun (Nataru) sebesar 43 Gigawatt (GW),
“PLN memprediksi kebutuhan listrik masyarakat di momen Nataru 2024 adalah sebesar 43 Gigawatt (GW). Sementara PLN memiliki daya mampu pasok lebih dari 50 GW. Artinya dari sisi kecukupan daya, statusnya sangat aman,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Kamis (21/12/2023)
Baca Juga : Idul Adha 1447 H, PLN UID Sulselrabar Sembelih 92 Hewan Kurban
Darmawaan menambahkan, pihaknya telah memiliki digital control system yang mampu mengatur sistem kelistrikan secara otomatis jika terjadi gangguan dari faktor eksternal.
Monitoring dari yang sebelumnya hanya dilakukan pada titik pembangkit, kini sudah terpantau sejak titik loading di lokasi tambang. Sehingga, corrective action bisa diambil secara cepat jika dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan energi primer tetap aman.
“Kami sudah memastikan kecukupan energi primer kami dalam status sangat aman. Baik itu pembangkit batu bara, gas, maupun BBM sampai ke daerah-daerah terisolir dan 3T. Kami pastikan setiap pembangkit memiliki HOP (Hari Operasi) di atas 20 hari,” kata Darmawan.
Baca Juga : YBM PLN UID Sulselrabar Tebar Berkah Daging untuk Kaum Dhuafa dan Driver Ojol
Selain itu, di tengah potensi cuaca ekstrem, PLN juga telah melakukan aksi preventif untuk memastikan ketersediaan energi primer di pembangkit-pembangkit listrik tercukupi selama periode Nataru 2024.
PLN telah membangun sistem digital rantai pasok energi primer untuk pembangkit listrik yang terintegrasi dengan Kementerian ESDM.
“Hadirnya sistem digital terintegrasi ini membuat sistem rantai pasok energi primer yang jauh lebih kokoh,” tambahnya.
Baca Juga : PLN UID Sulselrabar Siagakan 2.315 Personel dan 73 Posko Selama Idul Adha
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
