Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
HARIAN.NEWS, LUWU — PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, melalui program Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat (PPKM).
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Sepanjang empat periode pelaksanaan pada Januari, April, Juli, dan Oktober 2026, program ini mencatat akumulasi 2.264 peserta penerima layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis di wilayah sekitar operasional perusahaan.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Baca Juga : MDA-Pemda Luwu Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla di Latimojong
Memasuki kuartal keempat 2026, MDA kembali menghadirkan layanan kesehatan di 12 desa dengan jumlah peserta mencapai 601 warga sepanjang Oktober. Pelayanan dilaksanakan di Desa Tibussan, Lambanan, Buntu Sarek, Pajang, Ulusalu, Boneposi, Tolajuk, Tabang, Rante Balla, Tobarru, Kadundung, dan Pangi.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Program PPKM yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2022 ini dilaksanakan setiap tiga bulan sebagai komitmen untuk mendukung peningkatan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah operasional MDA. Berdasarkan laporan pelayanan 2026, tercatat 597 peserta pada Januari, 443 peserta pada April, 623 peserta pada Juli, dan 601 peserta pada Oktober.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Dalam pelaksanaannya, MDA melibatkan tim dokter, perawat, apoteker, dan bidan desa setempat yang mendatangi langsung desa-desa yang menjadi titik pelayanan. Masyarakat datang dan berkumpul di lokasi yang telah ditentukan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan sesuai kebutuhan.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Baca Juga : MDA dan BPBD Perkuat Mitigasi Antisipasi Karhutla di Tana Luwu
Pendekatan ini membantu warga, khususnya yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses, memperoleh layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil pendataan Januari, April, dan Juli 2026, kelompok usia tertua dalam klasifikasi pelayanan menjadi penerima layanan terbanyak dengan 727 peserta atau sekitar 43,7 persen dari total peserta pada ketiga periode tersebut.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Pola serupa juga terlihat pada Oktober, ketika kelompok usia di atas 46 tahun kembali mendominasi dengan sekitar 40,3 persen dari total 601 peserta. Sementara itu, kelompok anak usia 0–11 tahun tercatat sebanyak 171 peserta atau sekitar 28,5 persen pada periode Oktober. Dari hasil pemeriksaan, gangguan di saluran pernapasan secara konsisten menjadi diagnosis yang paling banyak dikeluhkan warga.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Secara akumulatif, terdapat 789 kasus gejala gangguan pernapasan yang tercatat dalam empat periode pelayanan sepanjang 2026. Kondisi kesehatan lain yang cukup banyak ditemukan meliputi nyeri otot, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, serta sakit kepala.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat yang memanfaatkan layanan PPKM, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat edukasi kesehatan dan pemeriksaan dini, terutama bagi kelompok usia yang membutuhkan perhatian lebih.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan bahwa program PPKM tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
“Melalui layanan kesehatan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Deteksi dini menjadi kunci agar potensi penyakit dapat ditangani lebih awal, terutama pada kelompok lansia,” ujar Mustafa.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Ia menambahkan, pelaksanaan program ini juga memperhatikan berbagai masukan masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa (Fordes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu. Masukan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Melalui pendekatan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, MDA berupaya memastikan program pemberdayaan yang dijalankan memberikan manfaat yang relevan bagi warga di sekitar wilayah operasional.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Kehadiran pelayanan kesehatan secara langsung di desa-desa diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan lebih awal sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Baca Juga : Libatkan Pakar BRIN, MDA Kaji Ekosistem Sungai Luwu
Baca Juga : RDP DPRD Luwu Bersama MDA: Rekomendasikan Akses Rante Balla Segera Dibuka
Ke depan, MDA akan terus mendorong sinergi melalui Fordes dan Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu untuk memperkuat kolaborasi bersama para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Latimojong.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
