HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kecamatan Tamalanrea menggelar Musrenbang atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2025 di MaxOne Hotel and Resort Makassar, Selasa (21/1/2025) kemarin.
Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi masyarakat, dan akademisi ini berlangsung dalam durasi cukup panjang.
Baca Juga : Musrenbang Pengairan 2026 Digelar, Ini Target Besar Pemkab Jeneponto
Pantauan harian.news, sebagian besar masukan dari perwakilan kelurahan memiliki kesamaan. Masalah seperti banjir, drainase yang buruk, serta kerusakan jalan menjadi keluhan utama hampir di seluruh wilayah.
Selain itu, beberapa kelurahan juga menyoroti persoalan kemacetan dan sulitnya akses air bersih sebagai tantangan yang mendesak untuk segera diselesaikan.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tamalanrea Prof Marzuki menyebutkan kegiatan Musrenbang tersebut bertujuan menyusun prioritas pembangunan wilayah dengan pendekatan partisipatif.
Baca Juga : Rusak Bertahun-tahun, Jalan Ka’nea Jadi Keluhan Utama Petani Jeneponto
“Dan, Hasil Musrenbang RKPD ini akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan rencana pembangunan tingkat Kota Makassar,” ujarnya, Selasa.
Prof Marzuki juga menyebutkan, laporan dan hasil rangkuman pembahasan yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Makassar sebagai bahan masukan dalam perencanaan pembangunan tingkat kota.
Ia juga berharap Musrenbang RKPD Kecamatan Tamalanrea Tahun 2025 ini diharapkan mampu menghasilkan solusi inovatif dan strategis untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di wilayah Tamalanrea.
Baca Juga : Camat Panakkukang Tegaskan Pentingnya Usulan Pembangunan dari Masyarakat dalam Musrenbang
PENULIS: ANDI RASIKAH AGASYA YURI
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

