Ukuran yang sama berlaku bagi dunia usaha. Pelaku usaha dan investor, mereka tidak hanya melihat kemegahan pembangunan, tetapi menghitung biaya logistik, listrik, air, konektivitas, kepastian aturan, dan kemudahan berusaha.
Karena itu, pembangunan yang baik bukanlah pembangunan yang terlihat, melainkan yang mampu mengurangi biaya, waktu, dan ketidakpastian.
Baca Juga : Taufan Pawe: Butuh Penguatan Lebih untuk Ombudsman di Daerah
Sebuah program mungkin berhasil secara administratif, tetapi keberhasilannya menjadi lebih bermakna ketika mampu mendorong produktivitas, membuka kesempatan ekonomi, dan membuat masyarakat lebih mudah menjalankan kehidupannya.
Tentu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan pemerintah dalam waktu singkat. Pembangunan membutuhkan proses, sementara kebutuhan masyarakat terus berubah.
Karena itu, kritik terhadap penggunaan anggaran bukan berarti menolak pembangunan. Justru kritik diperlukan agar pembangunan tidak berhenti pada laporan, angka pencapaian, dan seremoni.
Baca Juga : Pers, Penegak Hukum dan Kepercayaan Publik
Setiap rupiah uang publik layak ditanya manfaatnya, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan bahwa uang yang berasal dari rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk yang mereka rasakan.
Kepercayaan kepada pemerintah tidak dibangun hanya melalui janji dan laporan keberhasilan. Kepercayaan tumbuh ketika masyarakat merasakan negara hadir dalam persoalan nyata mereka.
Rakyat sudah membayar pajak sebagai kewajibannya. Kini, harapan mereka menunggu jawaban, bukan hanya dalam bentuk program dan angka, tetapi dalam bentuk pelayanan yang lebih baik, beban yang lebih ringan, kesempatan yang lebih luas, dan kehidupan yang benar-benar menjadi lebih baik. ***
Baca Juga : Berangkat Merekam Letusan Anak Krakatau, Mereka Kini Jadi Sejarah
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
