Purbaya menegaskan, angka fantastis tersebut merupakan hasil inisiatif efisiensi internal BGN, bukan kebijakan pemotongan sepihak dari Kementerian Keuangan.
“Ini adalah bentuk manajemen anggaran yang cerdas, di mana kita menyesuaikan dengan kondisi riil di sekolah tanpa mengurangi esensi dari program itu sendiri,” jelasnya.
Baca Juga : Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bareng AIA dan Burhanuddin Andi
“Program ini adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya bicara soal makan siang, tapi soal kualitas manusia Indonesia di masa depan,” tegas Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo juga memastikan bahwa dinamika global dan tekanan ekonomi tidak akan menghentikan program strategis ini.
Baginya, MBG adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan melalui penciptaan lapangan kerja di sektor distribusi dan produksi pangan lokal.
Baca Juga : Gubernur Sulsel dan Cicu Dampingi Kunker Kepala BGN di Takalar
Pendataan Ketat Berbasis Data Kesehatan
Guna menjamin ketepatan sasaran, BGN terus memperkuat integrasi data dengan menggandeng dinas pendidikan dan dinas kesehatan di seluruh daerah.
Akurasi data jumlah siswa dan peta sebaran stunting menjadi pangkal keberhasilan agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar berdampak pada pertumbuhan anak-anak Indonesia.
Baca Juga : Usai Dilantik Prabowo, Ini Peran Rocky Gerung menjadi Wantimpres
Dengan implementasi yang semakin terstruktur, program MBG diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat dan tangguh secara fisik. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
