Logo Harian.news

Pengungsi Banjir Makassar Mulai Tinggalkan Titik Pengungsian

Editor : Rasdianah Sabtu, 20 Januari 2024 22:41
BPBD Makassar berada di salah satu titik pengungsian banjir Makassar beberapa waktu yang lalu. Foto: harian.News/sinta
BPBD Makassar berada di salah satu titik pengungsian banjir Makassar beberapa waktu yang lalu. Foto: harian.News/sinta
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat lokasi pengungsian akibat banjir di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya sudah mulai ditinggalkan pengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin mengatakan, dari sembilan titik pengungsian, tersisa dua titik pengungsian yang masih ada.

Baca Juga : Terbawa Arus hingga Barombong, Anak Tenggelam di Pattingalloang Ditemukan di Pesisir Makassar

“Yakni di Masjid Makka Al Mukarrahman, di Jl Suling dengan jumlah pengungsi sebanyak 33 jiwa, dan di Masjid Jabbal Nur, Jl Biola Blok 10, dengan jumlah pengungsian sebanyak 132 jiwa,” ujarnya, Sabtu (20/1/2024)

Hendra sapaan akrabnya, mengatakan pasang air di dua wilayah tersebut masih tinggi, yakni sekitar 30 cm.

“Alhamdulillah hari ini meski cuacanya tetap hujan, tapi masih bersahabat. Sebagaian besar memang wilayah sudah surut, dan titik lokasi memang ada di wilayah bawah,” ujarnya lagi.

Baca Juga : Kabut Tebal dan Hujan, Tim SAR Tetap Bertahan di Puncak Bulusaraung

Saat ini, kata Hendra jumlah pengungsi terus menurun yakni tersisa 165 jiwa, 65 Laki laki dan 100 perempuan. Penurunan tersebut terjadi akibat pasang air di wilayah tersebut telah surut.

“Hari ini sudah ada lima titik pengungsian yang sudah kosong. Jadi Alhamdulillah setiap harinya ada penurunan angka pengungsian,” terangnya.

Meski intensitas cuaca masih buruk di Makassar, perlahan-lahan lokasi pengungsian terus kosong. Masyarakat yang mengungsi mulai kembali ke rumahnya masing-masing.

Baca Juga : Update Pencarian Pesawat ATR: Serpihan dan Potongan Badan Ditemukan

Dirinya, mengungkapkan bantuan di titik pengungsian terus dilakukan, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

“Terutama soal makanan, Dinas Sosial juga sudah membuka dapur umum untuk pengungsi. Kemudian juga bantuan-bantuan lainnya seperti kebutuhan bayi, selimut, dan matras kita sudah berikan,” tandasnya.

Kendati demikian, Hendra mengimbau agar masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem di Makassar.

Baca Juga : Mesin Kapal Mati, Lima Nelayan Nyaris Terjebak di Laut, BPBD Bergerak Cepat

“Mengingat saat ini Makassar masuk dalam wilayah peringatan dini cuaca ekstrem, jadi memang harus selalu berhati-hati dalam beraktivitas, dan selalu memantau informasi cuaca,” tandanya

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : NURSINTA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda