Logo Harian.news

Pidato di Mandiri Investment, Prabowo: Demokrasi Sangat Melelahkan, Kacau, dan Mahal

Editor : Rasdianah Selasa, 05 Maret 2024 16:54
Prabowo Subianto. Foto: ist
Prabowo Subianto. Foto: ist
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hadir membawakan pidato di acara Mandiri Investment di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (5/3/2024). Dalam pidatonya di hadapan kalangan investor dan pebisnis, Prabowo menyinggung soal demokrasi di Indonesia.

“Kita telah melakukan beberapa pemilu (Sejak 1955-2024). Saya akan mengatakan pemilihan langsung. Saya memiliki banyak pengalaman dalam partisipasi dalam pemilu ini,” kata Prabowo dalam bahasa Inggris, dikutip harian.news dari kumparan, Selasa.

Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo

“Saya berpartisipasi dalam lima pemilihan umum. Dan izinkan saya bersaksi, demokrasi itu benar-benar sangat melelahkan. Demokrasi sangat, sangat kacau, demokrasi sangat, sangat mahal,” lanjut Prabowo yang terjun ke dunia bisnis setelah diberhentikan dengan hormat dari militer pada 1998 ini.

Prabowo terlibat dalam pemilu dimulai pada 2004 saat dia mengikuti konvensi capres yang diadakan Partai Demokrat. Lalu pada Pilpres 2009, dia menjadi cawapres berpasangan dengan Megawati.

Pada Pilpres 2014, Prabowo capres berpasangan dengan Hatta Rajasa. Pada Pilpres 2019, Prabowo capres berpasangan dengan Sandiaga Uno. Pada Pilpres 2024, Prabowo capres berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden Jokowi.

Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu

Lebih lanjut, Ketua Umum Gerindra ini mengatakan, dirinya masih belum puas dengan pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, demokrasi di Indonesia masih bisa diperbaiki menjadi lebih baik.

“Kami masih belum puas dengan demokrasi kami. Ada banyak ruang untuk perbaikan tetapi juga di satu sisi kami memiliki kompleksitas inferioritas ini, selalu merasa bahwa kami lebih rendah untuk semua orang,” ucap putra Sumitro Djojohadikusumo, menteri ekonomi era Soekarno-Suharto ini.

Prabowo juga menegaskan Indonesia merupakan negara besar. Sejalan dengan itu, tantangan bangsa Indonesia juga besar.

Baca Juga : Perkuat Poros Asia Timur, Presiden Prabowo Kunjungi Jepang dan Korea Selatan

“Indonesia adalah negara dengan aspirasi yang besar. Orang-orang saya, bangsa saya, memiliki aspirasi yang besar. Kami memiliki masalah besar, kami memiliki tantangan besar, tetapi kami memiliki aspirasi besar dan kami mencoba untuk mencapai aspirasi tersebut,” kata Prabowo.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda