HARIAN.NEWS, JAKARTA – Plt Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi, telah memulai serangkaian langkah untuk mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Tugas ini diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mengangkatnya sebagai pemimpin Kementerian Pertanian.
Baca Juga : Saat Kapolri Listyo Sigit Prabowo Memilih Jadi Petani
Arief Prasetyo Adi menekankan pentingnya koordinasi dengan Perum Bulog, yang berperan dalam menyerap hasil produksi petani.
Dia menggarisbawahi bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing melalui hilirisasi dan peningkatan jumlah produksi.
“Saat ini, fokus kami adalah menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Oleh karena itu, kami perlu memanfaatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang pangan, seperti Id Food,” ungkap Arief dalam keterangannya pada 9 Oktober.
Baca Juga : Akhir 2025 Menggembirakan, Nilai Tukar Petani Naik 1,05 Persen
Arief menyadari bahwa beberapa faktor, seperti cuaca ekstrem El Nino dan ancaman hama, dapat mempengaruhi produksi dalam negeri. Oleh karena itu, koordinasi yang erat dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian PUPR, akan dilakukan secara intensif di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Arief turut mendampingi Presiden Jokowi dalam panen raya di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di sana, Presiden memastikan bahwa harga gabah petani saat ini berada dalam kondisi baik, dengan rata-rata harga jual sekitar Rp7.000 per kilogram.
Meskipun demikian, Jokowi menekankan bahwa pemerintah akan berusaha untuk memberikan harga yang wajar bagi konsumen.
Baca Juga : Mentan Amran: Pejuang Pertanian adalah Pahlawan Masa Kini
“Petani senang dengan harga gabahnya, tetapi yang harus kita atasi adalah pembelinya dengan penyerapan dan peningkatan pasokan pasar,” jelas Presiden. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

