Politik Ada di Mana-Mana, Masuk Sampai Kantong Plastik

HARIAN.NEWS ,MAKASSAR – Sabtu malam di Warkop DK10 selalu punya cerita.
Lampu temaram, kopi hitam pekat, dan gorengan yang makin cepat habis kalau obrolan mulai panas. Seperti malam ini, Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio kembali duduk di meja langganan.
Topiknya?
Nggak jauh-jauh dari yang lagi ramai: politik.
“Sekarang ini, politik ada di mana-mana,” buka Om Haria sambil menyesap kopi.
“Ngomongin harga kantong plastik saja, itu juga politik.”
Deng Kio langsung angkat alis.
“Serius, Om? Kantong plastik juga?”
Mas Bro tersenyum tipis.
“Ya jelas. Itu soal kebijakan. Soal bagaimana negara ngatur kehidupan rakyat.”
Om Haria mengangguk mantap.
“Termasuk BBM yang nggak naik, padahal harga minyak dunia melonjak. Itu juga bagian dari politik.”
Deng Kio mulai terlihat paham, tapi masih penasaran.
“Berarti semua yang nyangkut hidup kita… itu politik?”
“Betul,” jawab Mas Bro.
“Dari desa sampai istana. Dari warkop sampai hotel bintang lima.”
Belum sempat obrolan lanjut, tiba-tiba dari meja sebelah terdengar suara nyeletuk.
“Termasuk yang kita scroll tiap hari di HP itu!”
Ketiganya menoleh.
Ternyata Daeng La’lang, pelanggan setia yang terkenal doyan nimbrung tanpa diundang.
Deng Kio langsung tertawa.
“Nah itu dia! Tiap buka HP, isinya politik semua.”
Om Haria ikut menimpali.
“Ada yang bikin panas, ada yang bikin emosi, ada juga yang bikin bingung.”
Mas Bro menghela napas pelan.
“Masalahnya, tidak semua yang viral itu benar.”
Daeng La’lang langsung menyambar,
“Yang penting ramai dulu, benar belakangan!”
Semua langsung tertawa.
Deng Kio mengaku punya cara sendiri.
“Kalau lihat video politik yang isinya marah-marah, saya langsung scroll. Nggak kuat.”
Om Haria mengangguk setuju.
“Kalau saya, dari judulnya saja sudah ketahuan. Langsung lewat.”
Mas Bro kemudian menambahkan dengan nada lebih serius,
“Itulah sekarang. Politik makin dekat, tapi belum tentu makin dipahami.”
Suasana mendadak agak hening.
Daeng La’lang yang tadi ramai, tiba-tiba nyeletuk lagi,
“Banyak yang nonton, tapi sedikit yang mikir.”
Kalimat itu langsung bikin semua terdiam sejenak.
Deng Kio akhirnya bicara pelan,
“Berarti kita ini cuma jadi penonton?”
Mas Bro menggeleng.
“Bukan soal ikut ribut atau tidak. Tapi soal bagaimana kita menyikapi.”
Om Haria menutup dengan santai tapi mengena,
“Kalau cuma ikut emosi, kita capek sendiri. Tapi kalau paham, baru kita bisa nilai.”
Daeng La’lang berdiri sambil angkat gelas kopi.
“Intinya, jangan telan mentah-mentah. Nanti sakit perut… bukan karena kopi, tapi karena isu!”
Meja langsung pecah dengan tawa.
Malam makin larut.
Kopi tinggal sisa.
Tapi satu hal jadi jelas—
politik memang ada di mana-mana… bahkan di obrolan paling santai sekalipun. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG