Kalimat itu langsung bikin semua terdiam sejenak.
Deng Kio akhirnya bicara pelan,
“Berarti kita ini cuma jadi penonton?”
Baca Juga : Efek Hukum dan Politik Terlalu Mesra
Mas Bro menggeleng.
“Bukan soal ikut ribut atau tidak. Tapi soal bagaimana kita menyikapi.”
Om Haria menutup dengan santai tapi mengena,
“Kalau cuma ikut emosi, kita capek sendiri. Tapi kalau paham, baru kita bisa nilai.”
Daeng La’lang berdiri sambil angkat gelas kopi.
“Intinya, jangan telan mentah-mentah. Nanti sakit perut… bukan karena kopi, tapi karena isu!”
Baca Juga : Ujian Moral Politik Lokal di Sinjai
Meja langsung pecah dengan tawa.
Malam makin larut.
Kopi tinggal sisa.
Tapi satu hal jadi jelas—
politik memang ada di mana-mana… bahkan di obrolan paling santai sekalipun. ***
Baca Juga : Refleksi Politik Nasional 2025: Koalisi Besar, Manuver Elite Tak Pernah Usai
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
