HARIAN.NEWS ,MAKASSAR – Sabtu malam di Warkop DK10 selalu punya cerita.
Lampu temaram, kopi hitam pekat, dan gorengan yang makin cepat habis kalau obrolan mulai panas. Seperti malam ini, Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio kembali duduk di meja langganan.
Topiknya?
Nggak jauh-jauh dari yang lagi ramai: politik.
“Sekarang ini, politik ada di mana-mana,” buka Om Haria sambil menyesap kopi.
“Ngomongin harga kantong plastik saja, itu juga politik.”
Baca Juga : Efek Hukum dan Politik Terlalu Mesra
Deng Kio langsung angkat alis.
“Serius, Om? Kantong plastik juga?”
Mas Bro tersenyum tipis.
“Ya jelas. Itu soal kebijakan. Soal bagaimana negara ngatur kehidupan rakyat.”
Om Haria mengangguk mantap.
“Termasuk BBM yang nggak naik, padahal harga minyak dunia melonjak. Itu juga bagian dari politik.”
Baca Juga : Ujian Moral Politik Lokal di Sinjai
Deng Kio mulai terlihat paham, tapi masih penasaran.
“Berarti semua yang nyangkut hidup kita… itu politik?”
“Betul,” jawab Mas Bro.
“Dari desa sampai istana. Dari warkop sampai hotel bintang lima.”
Belum sempat obrolan lanjut, tiba-tiba dari meja sebelah terdengar suara nyeletuk.
Baca Juga : Refleksi Politik Nasional 2025: Koalisi Besar, Manuver Elite Tak Pernah Usai
“Termasuk yang kita scroll tiap hari di HP itu!”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
