HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Makassar yang tengah digodok saat ini bakal menghasilkan 15.200 ton abu terbang per tahun jika nanti telah beroperasi.
Angka ini diungkapkan oleh Konsultan PT Sarana Utama Synergy (SUS) Pemenang tender Proyek Strategi Nasional (PSN) PSEL, Ramdan, Selasa (6/8/2024)
Baca Juga : Wawali Makassar Apresiasi GPIB Bukit Zaitun Dorong Nasionalisme dan Pemilahan Sampah
Ramdan menjelaskan, abu terbang yang dihasilkan berdasarkan 2 unit sistem stabilitas, dari pemrosesan 1.300 ton sampah kota Makassar yang diolah, dengan daya tampung pembakaran PSEL sebesar 650 ton.
“Kapasitas pemrosesan 7 ton per jam abu terbang, dan beroperasi selama 6 hingga 7 jam per hari,” jelasnya.
Kata Ramdan, abu terbang yang dibuang dari insinerator sampah, akan ditangkap oleh peralatan penyaringan gas buang seperti bag filter atau kantong penyaring.
Baca Juga : Menteri LH Apresiasi Pembenahan TPA Tamangapa, Progres Penutupan Sampah Capai 93 Persen
“Tentu kita sudah melakukan upaya antisipasi dini,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PT SUS Jack Zhang mengatakan, abu terbang yang dihasilkan dalam pemrosesan PSEL Kota Makassar masih memenuhi standar normal.
“Limbah padat seperti abu terbang melewati cerobong ditangkap oleh jaring kemudian dibersihkan kemudian dilakukan penimbun,” jelasnya.
Baca Juga : Dubes Singapura Tawarkan Program Pelatihan, Munafri Dorong Penguatan Kapasitas ASN dan Masyarakat
Setelahnya, penimbunan kembali ke lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk menstabilkan bekas galian.
“Semuanya akan Kita manfaatkan sesuai kegunaannya, dan berusaha menekan angka limbah padat yang dihasilkan,” tukasnya.
Penulis: Nursinta
Baca Juga : Kelurahan Panaikang Siapkan Fasilitas Pengelolaan Sampah, Warga Diminta Tak Ragu Pilah Sampah dari Rumah
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
