Logo Harian.news

9 Tahun Beraksi, Sindikat Joki UTBK di Surabaya Dibongkar

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 09 Mei 2026 13:38
Polrestabes Surabaya ungkap sindikat pemalsuan dokumen untuk loloskan 114 peserta UTBK 2026 (doc_humaspolri)
Polrestabes Surabaya ungkap sindikat pemalsuan dokumen untuk loloskan 114 peserta UTBK 2026 (doc_humaspolri)

Palsukan Ijazah & KTP, Loloskan 114 Mahasiswa

HARIAN.NEWS,SURABAYA – Praktik kecurangan seleksi masuk perguruan tinggi dengan modus canggih menggunakan joki berbasis dokumen palsu akhirnya terungkap. Polrestabes Surabaya menangkap sindikat yang telah beroperasi hampir satu dekade, meloloskan sedikitnya 114 calon mahasiswa ke berbagai PTN dan PTS di Pulau Jawa.

Baca Juga : Sesi UTBK SNBT 2026 Resmi Diperpanjang hingga 2 Mei, Cek Jadwal Baru!

Pengungkapan ini bermula dari kecurigaan seorang pengawas saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Gedung Rektorat Lantai 4, Universitas Negeri Surabaya, pada 21 April lalu.

“Ketika diverifikasi, ditemukan perbedaan mencolok antara foto ijazah SMA dengan foto di kartu peserta ujian. Itu tanda bahwa peserta yang hadir bukan pemilik identitas asli,” ungkap Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Jumat (8/5).

Peserta tersebut langsung diamankan. Dari situ, polisi mengembangkan penyidikan dan menemukan jaringan yang jauh lebih besar.

Baca Juga : Calon Peserta UTBK 2026 Wajib Tahu! Link Cek NISN Resmi Kemendikbud di Sini

Modus Sistematis: Dari KTP Palsu hingga Joki Profesional

Alih-alih perorangan, kasus ini dikendalikan sindikat terstruktur. Mereka mengganti peserta asli dengan “joki” saat ujian berbasis komputer. Agar tak terdeteksi, puluhan dokumen pendukung dipalsukan secara massal.

“Dokumennya lengkap. Mulai dari data pendaftaran online, KTP, ijazah, kartu peserta, hingga administrasi pendidikan lain. Semuanya disiapkan sistematis,” tegas Kombes Luthfi.

Baca Juga : Rektor Unhas Prof Jeje Tegaskan Bakal Pecat Dosen dan Pegawai yang Jadi Calo atau Joki Mahasiswa Baru

Polisi menyita sejumlah alat produksi dokumen palsu yang tergolong modern, di antaranya:
– Printer kartu identitas khusus.
– Ratusan blanko KTP kosong.
– Stempel institusi pendidikan tiruan.
– Laptop dan puluhan kartu SIM untuk koordinasi.

Beraksi Sejak 2017, Puluhan Kampus Jadi Sasaran

Hasil pemeriksaan mengungkap fakta mengejutkan. Jaringan ini bukan pemain baru. Mereka telah aktif sejak 2017 hingga 2026.

“Dalam kurun waktu sembilan tahun, para pelaku mengaku telah membantu meloloskan 114 calon mahasiswa. Tidak hanya lewat UTBK-SNBT, tapi juga jalur mandiri dan seleksi berbasis komputer lainnya,” terang Kombes Luthfi.

Korban sasaran tersebar di berbagai fakultas, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) se-Pulau Jawa.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda